Showing posts with label Vocabulary. Show all posts
Showing posts with label Vocabulary. Show all posts

Sunday, 13 November 2016

Teaching Shapes by Using PowerPoint

A couple week ago I used this slide for teaching shapes to my kindergarten students. I re-edit some text into English. You can download for free from this googledrive link:



View Teaching Shapes for Kindergarten and other presentations by fitfuncreative.

Sunday, 17 April 2016

TinyTap Interactive Picture Dictionaries : Unit 1 "At Home"



TinyTap is one of free platform to create interactive learning games. Last month, TinyTap with Oxford University Press-ELT (English Language Teaching) released interactive Oxford Picture Dictionary
It's really fun to play this interactive picture dictionaries with eye catching illustrations.










So, here we go TinyTap interactive picture dictionaries from unit 1 related to "At Home" vocabularies. You just need to click on play button below and start to enjoy your learning! 
You can also click on this link :
Unit 1: At Home if you want to play it from your iOS or Android device. Ok, Have fun! :D

Sunday, 15 September 2013

Book Review : The Teacher's Big Book of Graphic Organizers: 100 Reproducible Organizers that Help Kids with Reading, Writing, and the Content Areas




As inexperienced teacher, I often meet difficulties in teaching English, especially when I must teach my students how to write in English. Most of my students think that writing in English seems so hard to do. But I think it because they still lack of vocabulary and don't know how to start. So as a teacher it's my job to find out new strategies and encourage my students to write in English.

Finally, I found a fascinating book with fancy blue cover
"The Teacher's Big Book of Graphic Organizers The Teacher's Big Book of Graphic Organizers: 100 Reproducible Organizers that Help Kids with Reading, Writing, and the Content Areas" by Katherine S.McKnight. I read every page carefully to see which graphic organizers that may fit with my students' needs.

Frankly speaking, I'm falling in love at first sight with all graphic organizers in this book. There are lots of fabulous things inside. I'll elaborate more here.

1. Graphic organizers as visual aid really help student to organize, to analyze and to see the connection between information.
2. Each graphic organizer provides with classroom implementation and a speedometer that rates the difficulty.
3. The most important thing is how graphic organizers will make our learning activity become more fun and enjoyable.

One of my favorite graphic organizer is on page 183 that talks about "Story Map". "Story Map" help students to visualize their story and help them with plotting too. Students are directed step-by-step through the process of writing a story. Start from describing setting, characters, problems, events and resolution.

There are lots of more fun and useful graphic organizers inside this book that could adaptable to our learning activity in the classroom.
 

Sunday, 17 February 2013

Tricky Homonyms

Source: visual.ly via Fit on Pinterest

Some words can be so tricky. Hopefully,from this visual graphic you can recognize some tricky words.

Sunday, 3 February 2013

Learn New Vocabulary Through Picture Dictionary

Vocabulary is knowledge of words and word meanings. Limited of vocabulary will bring language learner in confusing situation. So, language learner need to be familiar as much as possible to English vocabulary. Although it needs time to memorize all English vocabulary, but it possible to start learn English vocabulary in early age of the children.

Actually, the introduction of new words in English to the children is more effective when it teaches by using picture dictionary. Picture dictionary usually presented new vocabulary with interesting visualization. Picture dictionary also presented new vocabulary by theme i.e., at school, at supermarket, at office, at airport,etc. Picture dictionary through colorful visualization has brought students to see real life. It makes children become more enthusiastic in learning English. 

In Indonesia, picture dictionary already selling in many bookstore. Picture dictionary that selling in Indonesia published by local and international publisher. Mostly, picture dictionary presented in good package and in colorful visualization. The main goal of this good package is to persuade children to get interesting in learning English vocabulary.

And if you like you can open e-book of "My Picture Dictionary" on above or on this link : http://issuu.com/elcschool/docs/my_picture_dictionary?mode=window

Tuesday, 29 January 2013

Friday, 28 September 2012

Yuk Kita Berkreasi Membuat Flashcard Sendiri!

       Membuat media pembelajaran bahasa Inggris yang simple dengan biaya terjangkau sebenarnya tidak susah. Salah satunya yang bisa kita lakukan adalah membuat sendiri media pembelajaran tersebut dengan memanfaatkan bahan-bahan dan alat-alat yg ada disekitar kita. Berikut ini saya akan menjelaskan langkah-langkah pembuatan flashcard/kartu bergambar bertemakan "Food & Drink". Flashcard ini nantinya bisa dipergunakan untuk mengenalkan kosakata baru ttg nama jenis makanan dan minuman ke anak-anak. 


1. Siapkan bahan-bahan dan alat-alat yg diperlukan untuk membuat flashcard :
    -Kertas HVS                   -Gunting           
  -Penggaris
    -Kertas Manila               -Lem
    -Guntingan gambar        -Spidol
                                       


2. Guntinglah kertas manila menjadi ukuran kartu berukuran 12 cm x 8 cm. Kemudian, potongan gambar
dilem disatu sisi kartu dan disisi lainnya ditulis nama makanan atau minuman tsb dlm bahasa Inggris dgn spidol.



3. Nah, sekarang sudah jadi flashcard “Food and Drink”. Flascard ini bisa membantu anak-anak belajar mengingat nama makanan dan minuman dlm bahasa Inggris dgn lebih menyenangkan. Selamat mencoba!

Catatan: Untuk gambar yg akan dijadikan flashcard bisa diprint dari kumpulan gambar-gambar yg ada di internet atau mengguntingnya dari majalah. Ataupun bisa juga menggambarnya sendiri pasti jadi lebih istimewa. Berikut ini saya bantu dengan menyertakan link-link ke website yg menyediakan download gratis flashcard untuk diprint: 
-http://www.anglomaniacy.pl/printableTopics4.ht
-http://games2learnenglish.com/FlashCards/Learn_English_Flashcards.html                      -http://www.esl-kids.com/flashcards/food.html

sumber foto : corbis.com & Kidzlab

Thursday, 27 September 2012

5 Free Android Applications for English Language Learners


Ketika smartphone android ramai dibicarakan, saya pun tergoda ingin membelinya dan mencari tahu sejauh mana smartphone ini bisa dimanfaatkan untuk belajar. Jadilah saya membeli Samsung Galaxy Young yang cukup terjangkau harganya.

Selain desainnya yg memang anak muda banget tenyata smartphone ini bisa saya maksimal untuk mendownload aplikasi-aplikasi edukasi. Wah, senangnya minta ampun saat saya menemukan banyak aplikasi android yang bisa dipakai untuk mendukung kegiatan belajar, khususnya belajar bahasa Inggris.

Berikut saya akan mengulas sekilas 5 aplikasi android gratis dari Play Store yang bisa didownload para guru dan siswa.

1. Kamusku
Mencari kosakata bahasa Inggris ke bahasa Indonesia ataupun sebaliknya sekarang tidak usah susah-susah membuka kamus setebal batako lagi. Aplikasi Kamusku ini sudah cukup lengkap menyajikan kosakata bahasa Inggris-bahasa Indonesia. Asyiknya lagi jika kosakata pada kamus ditekan agak lama maka akan ada pilihan “Say the word” untuk mendengar bagaimana kosakata itu diucapkan oleh native speaker. Kereeen!
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dridev.kamusku&hl=en
Kamusku

2. Johnny Grammar's Quizmaster-British Council

Kalau menurut saya ini adalah salah satu exercise grammar yg  super duper mengasyikkan. Johnny Grammar's Quizmaster tidak hanya menyajikan soal-soal terkait grammar tapi juga ada section latihan Vocabulary dan Spelling. Selain itu juga ada reviewnya jika jawaban kita ada yg salah. Pokoknya aplikasi ini wajib didownload! You must download this application or you will be sorry for your whole life! Setelah menantang si Johnny kita pun bisa mengupload jumlah poin yg kita dapatkan ke jejaring sosial seperti Facebook. 

Johnny Grammar's Quizmaster

3. English Idioms Dictionary
Oya, sebelumnya saya mau tanya kapan terakhir kali anda membuka kamus idiom bahasa Inggris? Ok, jangan khawatir saya juga sudah lama tidak membuka-buka kamus idiom hehe. Belum terlambat kok untuk belajar idiom-idiom bahasa Inggris untuk menambah cita rasa berbahasa Inggris dalam lisan dan tulisan nantinya. Ok! Keep up the good spirits and break a leg!

English Idioms Dictionary

4. English Tenses Generator
Kalau saya perhatikan semakin banyak aplikasi gratisan terkait pembelajaran Grammar, termasuk pembahasan tentang “Tenses” dan salah satu yang wajib dicoba para siswa adalah English Tenses Generator. Siswa bisa merancang sendiri kalimat-kalimat past, perfect, progressive, future, aktive/passive, conditional sentences dengan pilihan-pilihan pola kalimat yang ada. Pokoknya semakin seru deh belajar “Tenses”-nya.

English Tenses Generator


5. Famous Quotes
Aplikasi ini menyediakan cukup banyak quotation dari tokoh-tokoh ternama dengan aneka pilihan topik mulai dari tema tentang ‘Love’ sampai ‘Politic’. Selain bermanfaat menambah kosakata baru, kita pasti akan terinspirasi setelah membacanya. Quotation yang menurut anda inspiratif bisa dikirimkan ke jaringan sosial media agar semakin banyak orang membacanya.
Famous Quotes
 Link untuk mendownload:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.max.FamousQuotes&feature=search_result#?t=W251bGwsMSwxLDEsImNvbS5tYXguRmFtb3VzUXVvdGVzIl0.

Sebenarnya masih banyak lagi aplikasi-aplikasi bagus untuk pembelajaran bahasa Inggris yang ingin saya ulas. Tapi kalau kepanjangan bisa jadi saya menulis buku bukan artikel hehe. Ok! Happy Learning! ^_^

Sunday, 26 August 2012

LearnEnglish Teens: Web Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Usia Remaja dari British Council

LearnEnglish Teens
Sudah lama saya tidak mengunjungi British Council Learn English dan rupanya disana saya menemukan sesuatu yang baru. Yap! Kini Learn English memiliki link LearnEnglish Teens yang dikhususkan untuk anak-anak remaja usia sekolah SMP dan SMA. Sebelumnya hanya ada LearnEnglish for Kids, LearnEnglish for Elementary  dan LearnEnglish for Business. Sebenarnya dulu saya sempat kecewa karena tidak ada link khusus pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak remaja. Tapi sekarang British Council/BC telah melihat pentingnya pembelajaran bahasa Inggris khusus remaja sehingga dibuatlah LearnEnglish Teens yang diharapkan mampu membantu guru meramu materi pelajaran yang lebih pas bagi anak-anak usia remaja. 

Di  LearnEnglish Teens ini saya sangat suka dengan link pembahasan materi Grammar yang lebih berwarna melalui video percakapan disertai script dan evaluasinya.

Grammar Snack

Pembahasan Vocabulary juga lebih seru dengan bentuk slide kuis yang menarik.
Vocabulary Exercises

Selain itu juga ada link Short Stories dan Poem walau jumlah koleksinya belum banyak tapi tetap layak dibaca anak-anak usia remaja.

Short Stories & Poem
Ooops,ada juga gamesnya. Salah satu yang saya suka "Pic Your Wits" game tebak gambar dengan limit waktu. Wah memacu adrenalin nih! Cek pilihan games di link FreeTime.
Freetime

Friday, 8 June 2012

Proses Belajar Kondusif Dengan Games


Lucu rasanya ketika saya meneriakkan kalimat “Ok. Game Time!”, wajah anak-anak mendadak sumringah dan mereka spontan jejingkrakan. “Horeee!!! Horee! Iya Miss ! Kita main games! Games!!”.
Bagi anak-anak kalau mendengar kata “Games” itu berarti tandanya berhenti belajar. Sudah tiba waktunya bagi mereka bermain dan bersenang-senang. Padahal tanpa mereka sadari didalam games itu tetap ada unsur belajarnya juga.

Berdasarkan pendapat Bob Gregson seperti yang dikutip oleh Nur Fatimah di bukunya “Fun ELT” menyebutkan tiga manfaat games dalam belajar bahasa :
1. Kegiatan yang dilakukan dapat melatih kemampuan siswa untuk      memecahkan masalah.
2. Games dapat mengasah imajinasi dan spontanitas.
3. Diantara pemain games terdapat atmosfer kerja sama, sosialisasi dan kolaborasi.

Jelas sekali bahwa games memberikan efek positif yang mendukung suasana belajar menjadi kondusif dan menyenangkan. Tambahan dari saya, games juga membantu mengalihkan anak-anak dari ajang mengobrol dan bercanda di dalam kelas.

Namun, sebelum guru mengadakan games perlu memperhatikan faktor-faktor berikut ini agar tujuan pembelajaran tetap tercapai dan kegiatan belajar  tetap kondusif:
1. Tujuan Games harus jelas
Jika games bertujuan meningkatkan kemampuan Reading maka fokuskan pada hal tersebut atau bisa juga games untuk menguatkan pemahaman anak akan materi pelajaran yang sedang mereka pelajari.
2. Games harus terencana dengan baik.
Games harus direncanakan dengan baik. Mulai dari aturan permainannya, lama waktu bermain dan juga alat bantu yang akan dipakai pun harus dipersiapkan dengan baik. Tidak lupa menyiapkan rencana B atau C jika rencana awal tidak berjalan mulus. Perencanaan games yang buruk dapat menyebabkan kegaduhan dan kelas menjadi tak terkendali.
3. Guru perlu memberi instruksi sejelas-jelasnya.
Guru harus menjelaskan peraturan permainan dgn bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Ini supaya anak-anak tidak kebingungan pada saat bermain nanti.
4. Guru perlu bersikap adil
Guru harus mencari cara agar games tetap berlangsung adil sehingga tidak ada anak yang merasa dicurangi oleh temannya. Anak-anak juga harus bisa belajar menerima kekalahan.
       
Berikut ini games yang pernah saya coba praktekkan di dalam kelas bahasa Inggris:
1. Mime Games
Saya pernah menggunakan mime games untuk belajar Verb+ing, yaitu dengan menunjuk salah satu siswa untuk berpantomin melakukan pekerjaan seperti "swimming,dancing,jumping,etc" di depan kelas. Sedangkan teman-temannya yang lainnya berusaha menebak kegiatan yang dilakukannya. Sebelumnya diawali dengan guru bertanya "What is she/he doing?"
2. Guess Picture
Permainan ini biasanya saya pakai untuk belajar Vocabulary. Contohnya untuk level anak-anak TK/SD menebak gambar yang digambar temannya ( dgn beragam tema: buah-buahan, hewan, atau benda-benda di sekitar sekolah).
3. TPR Games
TPR kepanjangan dari Total Physical Response. Di permainan ini siswa harus merespon perintah yang diucapkan guru/temannya. Contohnya pada saat mengajarkan “Imperatives” dengan kalimat-kalimat perintah seperti “Stand Up! " maka anak-anak akan berdiri.
4. Hangman
Anak-anak harus menebak kosakata namun huruf demi huruf. Topik untuk kosakata beragam dari mulai nama sayur-sayuran, judul lagu sampai judul film juga bisa. Syaratnya mereka harus mengucapkan tiap huruf dengan spelling bahasa Inggris yang benar. Penentu waktunya adalah “Hangman” atau orang digantung. Seperti contoh berikut:


5. Quiz Contest
Formatnya seperti kuis cerdas cermat hanya saja pertanyaan dan jawabannya dalam bahasa Inggris.

OK. Selamat belajar bahasa Inggris sambil bermain! ^_^

Tuesday, 5 June 2012

Mengenal ‘Quantifier’ dengan ‘Shopping List’ Raksasa

 
 Seingat saya dulu kalau guru bahasa Inggris di SMP & SMA menyajikan pelajaran bahasa Inggris itu tidak menarik. Kini, saya diberi kesempatan untuk mengajar bahasa Inggris. Saya ingin anak-anak didik saya belajar bahasa Inggris dengan hati riang tanpa rasa takut. Saya tidak ingin anak-anak mengalami pengalaman buruk yang bisa menyebabkan mereka membenci bahasa Inggris. Itulah sebabnya setiap akan mengajar bahasa Inggris saya berusaha membawa serta alat peraga. Alat peraga inilah yang membantu saya berinteraksi dengan anak-anak. Dan alat peraga yang saya pakai tidak mahal kok.

Sayapun mencari cara agar penyajian topik rumit seperti tentang  ‘Quantifier’ ini bisa lebih melibatkan anak-anak dan tentunya mereka paham akan manfaatnya dalam kehidupan nyata. Karena bila guru hanya mengandalkan buku teks bahasa Inggris SMP Kelas 1 maka anak-anak akan bosan dan mengantuk.

Akhirnya saya mempunyai ide untuk membuat alat peraga berupa shopping list/daftar belanjaan. Namun ukuran shopping list-nya saya buat dalam ukuran raksasa supaya seluruh anak di dalam kelas dapat melihatnya. Untuk membuat shopping list raksasa ini saya hanya membutuhkan selembar kertas busa tipis berukuran 60 x 40 cm, kertas manila, kertas hvs, potongan gambar bahan belanjaan dan double tape. Kemudian saya desain sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik.

      Berikut ini langkah-langkah penyajian dan penggunaan shopping list:
1. Terlebih dahulu saya mengajak anak-anak untuk berada dalam situasi dimana mereka diminta pergi berbelanja oleh ibu mereka. Saya jelaskan juga bahwa fungsi shopping list ini adalah untuk mempermudah kita dalam membeli bahan belanjaan yang dibutuhkan.

2. Lebih lanjut saya menerangkan situasi dan menyebutkan apa saja isi shopping list-nya.
“Ok. Your mother want to make a cake, she ask you to go to market. So, this is your shopping list:





3. Dari shopping list tersebut saya jelaskan bahwa keterangan seperti: 2 boxes of…, a kilo of…, 3 sachets of… merupakan Quantifier/penanda jumlahnya.

4. Kemudian saya mengajukan pertanyaan seputar isi shopping list tersebut seperti:
• How much sugar do you need to buy ?
• How many eggs do you need to buy?

5. Lalu saya meminta lima murid secara bergantian untuk maju ke depan mengambil gambar barang belanjaan yang sudah saya acak dan menempelkannya ke shopping list raksasa dengan contoh perintah:
• “Nadira,could you get me 3 sachets of margarine,please!” dan seterusnya.




6. Jangan lupa setelah gambar ditempel sesuai dengan yang disebutkan guru, lalu contreng pada bulatan untuk menandakan bahan belanjaan sudah dibeli.

7. Setelah anak-anak mengerti dengan penggunaan shopping list dan Quantifier maka mereka bisa diperkenalkan dengan Quantifier lainnya yang ada di buku teks seperti: a loaf of bread, a bottle of mineral water, a sack of rice, a cup of coffee, a cone of ice cream, a bowl of noodles, a ream of paper, a can of Coca Cola, a bar of chocolate etc.

     Berdasarkan pengalaman saya menggunakan alat peraga shopping list raksasa ini cukup memberikan efek yang berbeda bagi anak-anak dalam belajar bahasa Inggris. Anak-anak menjadi lebih perhatian, lebih tertantang dan lama waktu belajar pun jadi tak terasa. Sehingga jam pelajaran terakhir yang biasanya penuh dengan wajah-wajah lelah langsung berubah dengan wajah-wajah penuh antusias.Oke,semoga bermanfaat.Happy Teaching! ^ _^

Friday, 1 June 2012

Warna-warni Kelas Bahasa Inggris Jarak Jauh di Facebook

Setahun yang lalu, saya sebagai mahasiswa FKIP jurusan Pendidikan Bahasa Inggris mendapat kesempatan mengikuti Program Pengalaman Lapangan di SMP kelas 7 di daerah Ciputat. Dari kegiatan inilah saya belajar secara langsung bagaimana sibuknya mempersiapkan RPP, menyajikan materi, membuat penilaian, mengelola kelas, sampai bersosialisasi di lingkungan sekolah.
Dan salah satu hal yang paling seru bagi saya adalah kesempatan bertemu murid-murid dengan karakter berbeda-beda. Saya senang dapat berbagi ilmu walau saya sempat kewalahan dengan kecerewetan mereka. Untuk itulah saya selalu menyiapkan “box of tricks” setiap kali mengajar.
Tibalah saat masa Program Pengalaman Lapangan akan berakhir. Wah, rasanya berat sekali bagi saya berpisah dengan murid-murid disana. Saya sedih karena merasa belum sepenuhnya memberikan yang terbaik bagi mereka. Apalagi sejauh pengamatan saya, kemampuan bahasa Inggris mereka masih sangat kurang. Terlihat dari kurang pahamnya mereka dengan vocabulary/kosakata yang ada dibuku teks, writing/penulisan mereka masih butuh perbaikan dan pronunciation/pengucapan mereka ketika berbicara masih jauh dari dari pengucapan yang benar.
Saya berpendapat kemungkinan besar karena mereka kurang mendapat exposure/pajanan akan sumber berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari mereka. Guru mungkin juga tidak sepenuhnya membiasakan penggunaan bahasa Inggris yang komunikatif selama di kelas dan di luar kelas.
Kemudian saya pun berinisiatif memberikan alamat facebook yang memang saya khususkan untuk  tempat belajar bahasa Inggris. Hal ini menjadi salah satu cara agar mereka tetap belajar bahasa Inggris walau saya berada jauh dari mereka (kebetulan saya tinggal di Bekasi dan mereka di Ciputat). Jadi ibaratnya saya membuka kelas jarak jauh dan facebook menjadi sarana bagi murid-murid di Ciputat untuk tetap bisa belajar bahasa Inggris dengan saya yang di Bekasi.  Alhamdulillah hal ini disambut baik oleh murid-murid disana.
Setelah kami semua berteman di facebook, barulah saya buatkan mereka grup belajar bahasa Inggris. Grup belajar bahasa Inggris saya desain semenarik mungkin agar mereka nyaman belajarnya. Berikut ini tips-tips dari saya agar grup facebook bisa menjadi tempat belajar bahasa Inggris yang lebih berwarna dan nyaman bagi semua.

1.  Guru perlu membuat peraturan yang wajib dipatuhi murid-murid yang tergabung di grup facebook. Ini bertujuan supaya proses belajar di grup tetap kondusif dan tujuan pembelajaran tercapai. Termasuk didalamnya mengingatkan murid-murid untuk tetap bersikap sopan dalam memberikan pendapat atau komentar.

2.  Mengingat grup facebook yang saya buat adalah untuk belajar bahasa Inggris maka saya mengajak mereka untuk sesering mungkin menggunakan bahasa Inggris dalam aktifitas di grup. Namun jika mereka kebingungan mau menulis apa mereka bisa menggunakan Google Translate atau jika sangat terdesak bisa memakai bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Inggris disini bertujuan agar mereka terbiasa dalam menulis bahasa Inggris.

3. Guru harus kreatif dalam menampilkan materi-materi di grup facebook agar aktifitas belajar lebih hidup. Apalagi dengan beragamnya sumber belajar di internet menjadikan guru punya banyak kesempatan membuat sesuatu yang berbeda dengan belajar di dalam kelas. Berikut contohnya ketika kami belajar ‘Prepositions’ dengan media gambar dari worksheet yang saya download di www.busyteacher.org.



Atau bisa juga menyisipkan video yang bagus untuk dibahas. Seperti memutarkan video dari YouTube yang berkaitan dengan pengenalan kosakata baru. 




4.  Guru juga jangan sampai  lupa untuk memuji murid-murid yang bersikap baik dan aktif di grup facebook. Ataupun memberikan ucapan selamat bila ada diantara mereka yang berulang tahun atau mungkin memberikan semangat ketika mereka sedang mempersiapkan diri untuk ujian. Guru bisa lebih kreatif dengan mengirimkan ucapan dalam bentuk yang unik. 



Jadi walau saya berada di Bekasi dan murid-murid berada di Ciputat dengan bantuan facebook kami tetaplah dekat dan bersemangat belajar bahasa Inggris. Dan sejauh ini yang menjadi faktor penting dalam pengelolaan belajar jarak jauh di facebook ini adalah kreatifitas guru dalam menyajikan materi belajar yang berbeda dengan dikelas pada umumnya. Oke. Semoga bermanfaat! Happy Teaching! ^_^