Tuesday, 3 July 2012
Karyaku di buku Antologi “One Day in a Library” dan “Inspiring Teacher”
Tuesday, 1 November 2011
Keramahan khas British Embassy Jakarta
Unjuk Bakat Seni Anak-anak Sanggar Anak Matahari (SAM) Bekasi
Monday, 7 March 2011
Liputan Pesta Penulis 2011 dan Launching Antologi Puisi Penulis Lepas
Tanggal 26 Februari 2011 lalu saya diundang untuk menghadiri Pesta Penulis 2011 sekaligus launching buku Antologi Puisi Penulis Lepas di Gedung Telkom Jakarta Barat. Kebetulan saya adalah salah satu penulis kontributor di Buku Antologi Puisi Penulis Lepas tsb. Buku Antologi Puisi Penulis Lepas ini ditulis oleh penyair-penyair seluruh Nusantara.
Pesta Penulis 2011 dihadiri lebih dari 100 peserta dan sejumlah utusan dari penerbit, media cetak plus online. Tokoh kepenulisan yang hadir menjadi pembicara adalah Ning Harmanto (penulis best seller buku-buku kesehatan),Ligwina Hananto (Perencana Keuangan & penulis buku Keuangan),Adhitya Mulya (penulis novel Jomblo) dan Ali Muakhir (penulis buku cerita anak yg super produktif ). Talkshow berlangsung sangat menarik sekali dimana tiap pembicara sharing mengenai proses kreatif menulisnya & berbagi tips pemasaran buku-buku mereka.
Launching buku Antologi Puisi Penulis Lepas digelar pada sore harinya. Saya didaulat untuk membawakan puisi saya yg berjudul "Manusia Faraday" oleh mas Epri Tsaqip koordinator proyek puisi ini. Sebenarnya saya itu tidak terlalu jago untuk urusan baca puisi, saya lebih senang menulis puisi. Kontributor Antologi Puisi Penulis Lepas yg juga turut membacakan karyanya adalah penyair Hasan Bisri BFC .Wah beliau sangat bagus penghayatannya dlm membawakan puisi beliau yg berjudul "Di Jabar Tsur". Ah, rasanya senang sekali bisa satu panggung dengan penyair senior. Selain saya dan mas Hasan Bisri BFC juga hadir kontributor lainnya yaitu mba Dina Octaviana,mba Mirna Sariningsih dan Mas Arfan Winasis.
Hari itu saya pulang dengan rasa sangat bahagia karena bisa bertemu banyak teman yang menyukai dunia tulis menulis dan juga mendapat teman baru disana. Terima kasih untuk panitia acara Pesta Penulis 2011,mas Jonru founder PenulisLepas.com dan mas Epri Tsaqip atas segala kerja kerasnya untuk mewujudkan acara ini.
Friday, 26 February 2010
Sekilas Liputan Hari Pertama dari Seminar Nasional Satu Abad Pendidikan Muhammadiyah: "Format dan Tantangan Pendidikan Muhammadiyah Ke Depan"
Sayangnya saya hanya dapat mengikuti seminar hari pertama (30/01/2010) menjelang sore mengingat di pagi hari masih ada jam kuliah. Namun saya tetap antusias menghadiri seminar ini dan jelas menjadi kehormatan tersendiri bagi saya dapat mengikuti acara seminar ini walau hanya beberapa jam.
Pada saat saya tiba sedang berlangsung sesi kedua yang menghadirkan narasumber Prof. A.Malik Fadjar,MSc , Prof.Dr.Ahmad Jaenuri dan Prof.Dr.A.Munir Mulkhan,S.U. membahas mengenai “Profil dan Karakter Pendidikan Muhammadiyah yang Holistik”. Dilanjutkan kemudian dengan sesi ketiga yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Qomari Anwar, Prof.Dr.Imam Robandi membahas mengenai “Model Pendidikan yang Bermutu dan Bermakna dalam Pendidikan Muhammadiyah”.
Sesi ketiga ini cukup menarik karena didalamnya menyinggung mengenai pendidikan holistik. Saat ini memang sedang ramainya orang membicarakan tentang pendidikan holistik dan saya pun bertanya-tanya pendidikan yang holistik itu seperti apa sih? Dari diskusi seminar ini terutama pada sesi pemaparan makalah dari Prof. Dr. Qomari Anwar mengenai “Revitalisasi Format Pendidikan Muhammadiyah yg Holistik” dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan holistik membentuk manusia secara utuh (holistik) ,yang berkarakter yaitu mengembangkan potensi spiritual, emosional, intelektual (intelegensia & kreativitas), sosial dan jasmani siswa secara optimal. Pendidikan holistik juga untuk membentuk manusia pembelajar sepanjang hayat yang sejati (lifelong learners).Selain itu sesi ketiga ini menjadi menarik karena kehadiran Prof.Dr.Imam Robandi dari ITS yang berbagi pengalaman akan kemajuan sekolah Muhammadiyah di daerahnya. Profesor ini begitu bersemangat untuk mengajak para pendidik untuk terus belajar,berinovasi dan berprestasi secara nasional dan internasional.
Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memang telah mengambil peranan besar dalam dunia pendidikan Indonesia. Pendidikan Muhammadiyah selama ini tidak hanya mengedepan kemajuan ilmu pengetahuan tapi juga mengedepankan pembinaan akidah Islam berdasarkan Al Quran an al Hadist. Semoga Muhammadiyah akan semakin banyak melahirkan individu-individu yang tidak hanya pandai dan unggul dalam ilmu pengetahuan tapi juga mempunyai jiwa tauhid yang mantap, berakhlak mulia dan respek terhadap lingkungannya.
Wednesday, 7 October 2009
"PARADE SASTRA ANAK NEGERI"

Dalam Rangka Menyambut Milad FLP Bekasi
dan Memperingati Hari Sumpah Pemuda
FLP Bekasi mengadakan:
Lomba membaca dan menulis puisi bagi pelajar SMU/Sederajat,mahasiswa & umum se-Bekasi dan Karawang, Talkshow HAKI ( Hak Atas Kekayaan Intelektual ) & Bakti Sosial.
Hari : Minggu, 11 Oktober 2009
Pukul : 07.00 Sd. Selesai
Tempat : UNISMA Bekasi Sanggar Anak Negeri
KRITERIA LOMBA PUISI :
-Tema : Pemuda Merah Putih
-Untuk lomba menulis puisi
karya harus asli ciptaan sendiri
-Kirimkan naskah ke :
lombapuisiflpbks@ yahoo.com
-Batas pengiriman naskah 8 Oktober’09
Biaya Pendaftaran : Rp 15.000,00
HADIAH :
Trophy dari Walikota Bekasi &
Uang Tunai
Talkshow HAKI (Untuk Umum)
Bersama Narasumber :
1.Santun Maspari Siregar SH, MH.
Ahli HAKI
2.Izzatul Jannah
Penulis Buku “ Padang Seribu
Malaikat ”
3.Afifah Afra
CEO Afra Publishing
HTM : Rp 20.000,00
(Gratis bagi peserta lomba puisi)
Fasilitas : Sertifikat, Snack &
Doorprize Menarik dari sponsor.
INFORMASI PENDAFTARAN
- Vira ( 021-94413110 )
- Nur ( 085221431311 )
Thursday, 24 September 2009
Era Berekspresi Digital di Indonesia ICT Awards 2009
Puncak kompetisi Indonesia ICT Awards 2009 telah sukses digelar 28- 29 Juli 2009 lalu di Jakarta Convention Center. Indonesia ICT Awards 2009 berhasil menjaring nominasi-nominasi terbaik dan kreatif dari seluruh para penggiat teknologi informasi & komunikasi di tanah air. Sesuai dengan tema tahun ini “Digital Creative for Nation Building & Creative Generation for Creative Economy” dipersembahkan untuk kemajuan teknologi informasi & komunikasi di tanah air melalui kreatifitas digital para generasi muda
Masyarakat umum sendiri dapat melihat langsung karya kreatif anak bangsa ini di masing-masing stand pameran. Pengunjung pameran yang datang tak henti-hentinya berdecak kagum akan kejeniusan para generasi muda
Selama dua hari di Indonesia ICT Awards 2009 juga menyelenggarakan Konferensi INAICTA 2009 bertema "DIGITAL CREATIVE FOR NATION BUILDING" yang menghadirkan tokoh-tokoh penting dunia teknologi informasi & komunikasi tanah air. Selain itu acara-acara workshop seputar dunia teknologi kreatif juga meramaikan rangkaian acara Indonesia ICT Awards 2009. Dihari pertama saja (
Dengan diadakannya acara Indonesia ICT Awards oleh Depkominfo setiap tahunnya jelas merupakan angin segar bagi insan-insan kreatif tanah air untuk terus berdenyut menghasilkan karya-karya bermanfaat bagi kemajuan IT di Indonesia. (Foto@Workshop Animasi:Dok.Fitta A.)
Sunday, 26 July 2009
Dunia Online : Wilayah Letupan dan Cipratan Pengetahuan Tanpa Batas!
Sebelumnya saat saya masih di SMP pernah mendengar istilah internet dari kakak laki-laki saya. Dia bilang bahwa dengan internet kita bisa mencari informasi apa saja, terutama tentang grup-grup musik luar negri (kebetulan kakak saya penggemar The Cure). Saya hanya terbengong-bengong. Masa sih? Ah, saya rasa kakak saya itu sedang tidak waras. Ya, sampai satu waktu tagihan telepon rumah pun meroket karena ulah kakak laki-laki saya bereksperimen dengan yang namanya “internet”. Orangtua saya pun langsung mengeluarkan ultimatum “KATAKAN TIDAK UNTUK INTERNET! MUAHAL TAU!!!”.
Go Internasional Lewat Chatting
Teman sekelas saya kebetulan sudah ada yang lebih dulu terjun ke dunia internet. Jadi saya tidak usah susah-susah mencari guru pembimbing untuk mengajari saya berselancar di dunia baru ini. Teman saya ini boleh dibilang termasuk berhasil memprovokasi saya untuk berinternet ria karena teman sekelas saya lainnya tidak begitu tertarik dengan kedatangan internet.
Teman saya yang sudah aktif lebih dulu ini banyak bercerita bahwa di internet dia bertemu banyak orang-orang asing dari luar negri mulai dari Eropa, Amerika sampai Australia. Wow, rupanya hanya dengan terhubung dengan internet bisa bertemu bermacam-macam orang dari luar negri pikirku. Keren! Langsung dengan semangat 45 saya pun memberanikan diri untuk tercebur di MIRC salah satu penyedia layanan chatting/ngobrol internasional. Menurut saya chatting di MIRC cukup menyenangkan karena selain bisa bertemu orang dari negara lain dan mengenal kebiasaan mereka, saya juga bisa sambil les bahasa Inggris gratis ha..ha..ha.
Pengalaman paling membekas adalah saat chatting dengan orang dari Cina melalui salah satu website pertemanan online. Si teman dari Cina ini mendadak judes ketika tahu saya berasal dari Indonesia. Mau tahu penyebabnya? Karena menurutnya orang Indonesia sangat tidak berperikemanusiaan karena telah menjarah harta benda orang-orang etnis Cina dan juga tega membunuh orang-orang etnis Cina saat terjadi kerusuhan tahun 1998 lalu. Saya sendiri terkaget-kaget karena tidak menyadari bahwa berita kerusuhan tahun 1998 telah menyebar begitu luas dan mempengaruhi pandangan orang luar terutama orang yang berasal dari negara Cina. Saya pun menjelaskan padanya bahwa kerusuhan tahun 1998 telah ditunggangi oleh oknum-oknum yang ingin menghancurkan Indonesia. Orang-orang Indonesia tidak sekeji yang mereka pikirkan.
Selain itu juga ada kisah yang cukup menggelitik karena ternyata banyak orang luar negri yang tidak tahu Indonesia. Kok bisa ya pikir saya apakah mereka (orang luar) tidak pernah melihat peta? Pernah juga ada orang luar yang menganggap Bali itu sebuah negara. Weleh..weleh..benar-benar gawat. Tapi saya rasa ada hikmah dibalik ketidaktahuan mereka karena saya bisa belajar menjadi duta Indonesia dan memperkenalkan kepada mereka tentang Indonesia.

Serba Gratisan Di Internet
Nah ini dia yang menjadi salah satu alasan saya cinta banget dengan internet sampai detik ini. Pada awalnya saya cuma minta dikirimkan free copy/contoh gratis dari sebuah penerbit media terkenal Inggris, Guardian. Ternyata dalam beberapa bulan saya dikirimi berbagai jenis postcard, newsletter dan koran dari Guardian. Saya terharu karena saya pikir mereka pasti tidak akan mengirimkannya ke Indonesia. Tapi ternyata saya salah, kiriman dari Negara Inggris bisa juga masuk ke kota Bekasi Indonesia. Asyiknya lagi mereka mengirimkan free copy tidak hanya sekali tapi sampai sekitar lima kali di bulan berikut-berikutnya. Selain Guardian saya juga pernah meminta dikirimkan free copy majalah dari BBC namun BBC baru mengirimkan sekali. Walau begitu setidaknya koleksi media cetak berbahasa Inggris saya pun bertambah tanpa harus susah-susah datang ke Inggris sana.
Selain itu saya juga hobi sekali menjawab kuis yang disiarkan VOA (Voice of America) di televisi dan mengirimkan jawabannya via e-mail. Hasilnya, saya pernah mendapatkan perangko edisi khusus menyambut Idul Fitri yang baru diedarkan pertama kalinya di Amerika Serikat bertuliskan “Eid Mubarak”. Well,Masih banyak lagi kisah serba gratisan yang saya dapatkan dari internet.
Dan pada akhirnya tinggal pintar-pintar kita saja memaksimalkan keberadaan internet dan memilih mana yang bermanfaat bagi kemajuan Indonesia. So don’t worry , let’s go online!!!
Sunday, 31 May 2009
Sekilas Dibalik Proses Kreatif Para Desainer Sampul Buku

Para desainer sampul-lah yang berada dibalik pembuatan sampul buku ini. Tugas para desainer sampul tidak jauh beda seperti desainer yang mendesain baju atau mendesain kemasan produk kecantikan hanya beda di medianya saja yaitu buku. Bagi seorang pelukis misalnya kanvas adalah media untuk mencurahkan segala cipta, rasa dan karsa sedangkan bagi para desainer sampul buku, media buku adalah kanvas mereka. Kinipun dengan kemajuan teknologi digital telah banyak desainer sampul modern berhasil memperindah ilustrasi lukisan bukunya dengan tambahan sentuhan digital.
Pada umumnya pendidikan para pendesain sampul buku adalah lulusan SMT Grafika atau lulusan sekolah desain grafis. Karena biasanya lewat jalur pendidikan ini para calon desainer diberi pengetahuan tentang tipografi, kualitas ilustrasi, kualitas foto, komposisi dan proses cetak.
Salah satu desainer sampul buku yang cukup terkenal di Indonesia adalah Rully Susanto yang sekarang bekerja untuk Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Sampai saat ini Rully Susanto sudah mendesain lebih dari 200 sampul buku dalam waktu 9 tahun bekerja. Jika kita memperhatikan desain sampul yang ia buat selama ini memang selalu berbeda. Dalam sebuah artikel di MataBaca edisi November 2005 lalu, Rully Susanto mengatakan bahwa ia adalah tipe pembosan dan karena itulah setiap desain sampul yang ia buat sama sekali tidak ada benang merahnya.
Proses yang ia lakukan dalam membuat sampul buku terbilang cukup unik karena ia menyertakan eksperimen ajaib dalam proses kreatifnya. Contohnya saja saat ia mengerjakan sampul buku berjudul “Gempa Waktu” karya Kurt Vonnegut dengan inovasi gambar lilin yang kemudian dipindahkan dalam fotografi. Lalu tidak kalah jeniusnya saat ia mengerjakan desain sampul untuk novel Remy Sylado berjudul “Kerudung Merah Kirmizi” dimana ia mengerudungkan bola kaca lampu dengan kerudung merah. Selanjutnya berkat sentuhan komputer hasil akhir sampul buku tersebut terlihat sangat fantastis.Sampul buku lainnya yang dia kerjakan adalah sampul buku kumpulan puisi Joko Pinurbo berjudul “Telepon Genggam”. Desain sampul buku yang ia buat sangat minimalis dengan warna dominan hitam ditambah dengan ilustrasi tangan yang memegang handphone.
Perancang desain sampul lainnya adalah Muhammad Taufik atau biasa dipanggil EmTe. EmTe telah membuat berbagai desain sampul untuk buku terbitan Gramedia dan salah satunya adalah novel karya Clara Ng berjudul “Dimsum Terakhir”. Berkat keahliannya banyak pihak memberikan pujian pada keindahan sampul novel “Dimsum Terakhir”. Desain sampul yang ia buat sangat mewakili isi novel tersebut yang mengisahkan tentang kehidupan empat wanita bersaudara keturunan Tionghoa di Jakarta. Pada sampul novel tersebut EmTe memberi latar warna merah beserta gambar naga simbol khas budaya etnis Tionghoa.
Dua desainer sampul buku ini mengakui bahwa unsur isi buku turut pula terlibat dalam proses kreatif yang dilalui oleh seorang desainer sampul buku. Untuk memenuhi hal ini para desainer sebelumnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan si penulis buku tentang isi buku tersebut. Setelah itu desainer bisa mulai menambahkan kreasinya dan banyak melakukan ekplorasi. Proses selanjutnya adalah pengerjaan dengan program desain di komputer yang membutuhkan ketekunan dan ketelitian. Para desainer sampul buku juga dituntut untuk jeli dalam memadukan keserasian tata letak serta keserasian warna demi menghasilkan sampul buku yang diinginkan.
Monday, 20 April 2009
FREE DRAWING WORKSHOP (OUTDOOR ACTIVITY) - BASIC SKILL
FREE DRAWING WORKSHOP (OUTDOOR ACTIVITY) - BASIC SKILL
GRATIS WORKSHOP MENGGAMBAR - KEMAMPUAN DASAR
Bosan Workshop dalam RUANGAN?
Bosan Menggambar dalam RUANGAN?
Malu Menggambar di luar RUANGAN jika sendiri?
Merasa tidak mempunyai BAKAT menggambar?
Setiap orang mempunyai kemampuan menggambar. Menggambar bukan aktivitas monopoli
anak kecil saja. Orang dewasa pun mempunyai kemampuan untuk belajar menggambar.
Menggambar tidak perlu bakat. Apakah kita mempunyai bakat untuk menulis dan membaca?
Kita bisa Menulis dan Membaca karena diajarkan di sekolah.
MENGAPA BELAJAR MENGGAMBAR PENTING?
Karena kita semua mempunyai kecerdasan visual, bukankah sebelum belajar bicara pada saat bayi, kita belajar untuk mengenal keluarga dan benda-benda yang ada di sekitar kita.
Semenjak kecil kita dituntut untuk biasa menggunakan kecerdasan verbal (seperti menulis,membaca teks) maka kecerdasan visual kita tidak berkembang karena tidak dibiasakan dan diasah semenjak dari kecil.
Bayangkan jika kita memaksimalkan potensi yang ada di otak kita.
Jadi jangan ragu lagi untuk mengembangkan kecerdasan visual kita!!!
Sebagai awal untuk menyebarkan BUDAYA BERPIKIR VISUAL agar semua orang memaksimalkan
KECERDASAN VISUALNYA.
Art Learning Center mulai tanggal 2-24 MEI 2009 mengadakan FREE DRAWING WORKSHOP (OUTDOOR
ACTIVITY) dilaksanakan 8x pertemuan
Semua kegiatan workshop dilakukan di luar ruangan, di tempat yang sesuai - PUBLIC AREA dan
tidak mengganggu kegiatan orang lain.
Dan selama kegiatan tidak dipungut BIAYA.
Mengapa kegiatan menggambar dilakukan di luar ruangan?
Karena RUANGAN adalah tempat kita dibatasi dengan sekat-sekat atau dinding sehingga membatasi pandangan kita. Karena itu kegiatan menggambar sebaiknya dilakukan di luar ruangan. Agar kita mempunyai pandangan yang lebih luas dan perspekif yang berbeda.
Dan membiasakan kita untuk berani menggambar di luar jika sendiri, karena terkadang sebagian dari kita merasa tidak nyaman jika menggambar di jalan, di taman dan sebagainya jika sendiri.
Pengajarnya ya.... saya sendiri Anissa Anwar, pernah mencicipi menjadi asisten dosen di Seni Rupa ITB, sekarang aktif menulis buku dan blog untuk menyebarkan budaya berpikir visual.
Ingin ikutan???
Workshop dibagi dalam 2 Grup setiap grup max 15 peserta.
Selama 1 bulan 8x pertemuan
Pelaksanaan Workshop diadakan :
WAKTU
Hari : Setiap Sabtu dan Minggu
Tanggal : 2, 3, 9, 10, 16, 17, 23, 24 MEI 2009
Jam : Grup 1 Jam 08.00-10.00 dan Grup 2 Jam 14.30-16.30
TEMPAT : LAPANGAN / TAMAN GOR BEKASI
Cara mendaftarkan diri kegiatan FREE DRAWING WORKSHOP (OUTDOOR ACTIVITY) - BACIC SKILL dapat dilihat di http://www.artlearningcenter.blogspot.com, klik WORKSHOP MENGGAMBAR.
Kemudian baca SYARAT PESERTA dan JADWAL KEGIATAN WORKSHOP. Ditunggu, ya, paling lambat pendaftarannya tanggal 29 April 2009.
Buruan daftar karena TERBATAS hanya
max.30 peserta.
Anissa Anwar
Founder Art Learning Center
Menyebarkan Budaya Berpikir Visual
Telp : (021)96369097- 97113264
Friday, 17 April 2009
Thursday, 26 February 2009
Pemanfaatan Teknologi Informasi Bagi Dunia Perpustakaan

Sebagai pengunjung setia perpustakaan saya ingin perpustakaan di Indonesia lebih meningkatkan pelayanannya. Apalagi dengan kemajuan teknologi informasi seharusnya pelayanan perpustakaan lebih maju & modern. Berikut ini saran-saran saya bagi kemajuan perpustakaan Indonesia:
1. Pengelolaan website perpustakaan yang rapi dan fungsional.
- Rapi disini maksudnya bisa dalam segi tata layout website yang menarik, simple dan nyaman dilihat mata. Selain itu juga rapi dalam segi pendataan katalog online agar pemustaka semakin mudah mencari buku yang dibutuhkan sehingga tidak lagi seperti mencari jarum dalam jerami.
Untuk itulah perlunya pengkategorian berdasarkan suatu yang lebih spesifik lagi dan bisa merinci lagi kategori buku-buku pustaka yang diperuntuk bagi Anak-anak, Remaja, Dewasa, Pria dan Wanita. Selain itu bisa juga merinci kategori berdasarkan pekerjaan misalnya seorang yang mempunyai pekerjaan sebagai perancang grafis/graphic designer pastinya membutuhkan informasi buku seputar desain grafis dan perkembangannya. Salah satu website yang bisa dijadikan bahan acuan akan kemudahannya dalam sistem pencarian pustaka berdasarkan kategori-kategori adalah pada website National Library Board Singapore yang bisa diakses di www.nlb.gov.sg.
- Fungsional maksudnya disini setiap tautan/link pada website benar- benar dapat berfungsi dengan baik dan bisa diakses dengan cepat.
2. Pada website Perpustakaan perlu juga ditampilkan layanan podcast (yang berisi rekaman suara dengan format mp3) ataupun video yang berkaitan dengan kegiatan perpustakaan seperti acara training dunia perpustakaan, bedah buku, temu tokoh sastrawan atau berita acara kegiatan Perpustakaan lainnya.
3. Melakukan digitalisasi dokumen dengan format file yang biasa dipakai yaitu pdf dan jpg lalu menampilkannya pada website. Kemudian bisa dibuatkan pilihan bagi anggota perpustakaan diperbolehkan mengakses keseluruhan halaman dokumen sedangkan bagi yang bukan anggota hanya bisa melihat 1-2 halaman depan saja. Manfaat lain dari tersedianya data digital yaitu pemustaka tidak perlu lagi memfotokopi bahan yang dibutuhkan sehingga lebih menghemat waktu.
4. Setiap anggota perpustakaan mempunyai kunci akses/account yang memiliki user name dan password yang hanya bisa diakses oleh anggota sendiri. Didalamnya terdapat informasi mengenai daftar peminjaman buku yang sudah dipinjamnya dan bisa pula melihat siapa anggota perpustakaan yang sedang meminjam buku yang dicarinya. Selain itu account ini juga bisa digunakan untuk berinteraksi dengan sesama anggota lainnya ataupun dengan pustakawan secara online layaknya seperti layanan di Yahoo Messenger.
5. Perpustakaan perlu membuat buku panduan mengenai A-Z Perpustakaan dalam bentuk digital dengan tampilan yang interaktif agar orang-orang awam yang belum pernah ke Perpustakaan mau berkunjung dan bagi yang sudah berkunjung dapat lebih mengetahui lagi ada fasilitas apa saja di Perpustakaan tersebut.
6. Perpustakaan juga perlu membuat DVD khusus yang berisi daftar katalog yang diperbaharui setahun sekali agar pemustaka bisa melihatnya dirumah. Disediakan pula DVD khusus yang berisi kategori bahan pustaka yang pemustaka minati misalnya tentang ”Internet” maka isi DVD hanya berisi katalog buku-buku yang terkait dengan ”Internet” disertai bonus buku elektronik/e-book, podcast dan video tentang ”Internet”.
7. Menyediakan kemudahan bagi pengguna mobile phone untuk bisa mengakses website Perpustakaan dan mendownload info yang dibutuhkan seperti buku elektronik /e-book.
8. Menyediakan fasilitas meminjam dari jarak jauh sehingga bagi yang tidak sempat mengisi kertas formulir peminjaman buku secara langsung di Perpustakaan dapat mengisinya secara online lewat website ataupun lewat fasilitas sms dari tempat kerja/ tempat aktivitasnya.
9. Perpustakaan bisa mengikat pemustaka dalam sebuah komunitas baik secara offline melalui pertemuan rutin maupun secara online melalui milis/mailing list.
10. Menyebarkan informasi seputar kegiatan Perpustakaan semisalnya acara seminar, bedah buku , bazaar dan lomba melalui milis dan sms.
11. Pustakawan perlu membuat blog untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat luas dan supaya pustakawan mengetahui perkembangan dunia maya khususnya yang terkait langsung dengan dunia perpustakaan.
Ima Soimah, Penggiat Taman Baca Mutiara Ilmu yang Terus Berjuang Untuk Pendidikan Anak Indonesia

Saya mengenal mbak Ima (nama panggilan beliau) sekitar tahun 2006 lalu di satu pelatihan yang diadakan FLP Bekasi. Sosoknya memang sederhana tapi wawasannya akan dunia pendidikan sangat luas. Mbak Ima selalu tampak bersemangat kalau sudah berbicara mengenai taman baca dan pendidikan anak (terbayang deh mimik mukanya yang ekspresif dan suara beliau yang nyaring).
Mbak Ima bisa dibilang sudah sangat identik dengan Taman Baca Mutiara Ilmu yang dikelola di tempat tinggalnya sendiri di perumahan Vila Nusa Indah Bogor. Rumah yang ditempati mbak Ima dan ibunya terbilang sangat mungil sehingga Taman Baca yang mengambil tempat dihalaman depan dan ruang tamu sudah sangat sesak dengan buku-buku. Akibatnya isi dalam rumah menjadi berantakan karena bercampur baurnya tumpukan buku, majalah, kardus dan barang-barang lain. Ah, seandainya ada sukarelawan yang mau memberikan tempat yang lebih luas untuk menampung koleksi buku-buku yang ada. Apalagi menjelang sore dan hari libur banyak anak-anak di lingkungan sekitar suka sekali datang ke Taman Baca Mutiara Ilmu untuk membaca.
Perjuangan mbak Ima mengelola Taman Baca Mutiara Ilmu saya bilang sudah sangat-sangat maksimal. Bayangkan dengan uang pribadi seadanya mbak Ima mendatangi penerbit-penerbit buku serta sponsor-sponsor lain demi kelangsungan hidup Taman Baca Mutiara Ilmu.
Satu waktu Mbak Ima bercerita bahwa pernah listrik di rumahnya hampir disegel PLN karena sudah menunggak beberapa bulan. Aduh, saat saya mendengar curhat mbak Ima rasanya miris banget deh. Saya pribadi belum bisa membantu banyak dan sejauh ini hanya membantu sebisanya saja. Kebetulan saat saya masih sangat aktif di FLP Bekasi 2006 lalu bersama teman-teman pernah menyumbangkan sajian acara Operet dalam rangka HUT Taman Baca Mutiara Ilmu. Saya juga pernah mencoba mendaftarkan Mbak Ima di XL Indonesia Berprestasi Awards 2008 tapi sayang beliau tidak masuk daftar nominasi. Padahal saya pikir beliau cukup memenuhi syarat dan kondisinya sangatlah membutuhkan bantuan maksimal untuk mengelola Taman Baca Mutiara Ilmu. Dan saya melihat sendiri dedikasi mbak Ima untuk dunia pendidikan sangatlah tinggi.
Ya, dengan susah payah mbak Ima membangun Taman Baca Mutiara Ilmu agar anak-anak dilingkungan sekitarnya tumbuh cerdas,kritis sehingga tidak mudah terkontaminasi virus televisi yang tidak mendidik. Setiap mbak Ima curhat tentang berbagai kegiatannya (mulai dari waktunya mengajar anak-anak jalanan, mencari dana, membuat silabus, membuat kegiatan lomba untuk Taman Baca, mengantarkan buku-buku ke kampung-kampung terpencil dengan ojek yang kesemuanya berkaitan dengan kepeduliannya pada pendidikan anak) seakan menyadarkan saya dan juga teman-teman yang tahu perjuangan beliau untuk semakin peduli pada kondisi pendidikan di sekitar kami. Saya sadar bahwa masih banyak anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan yang baik.
Semangat juang tanpa lelah mbak Ima sangatlah menginspirasi saya.
Dan kalau saya mau berbicara tentang kisah perjuangan mbak Ima dan Taman Baca Mutiara Ilmu-nya rasanya sehari tidak cukup. Jadi bagi yang mau melihat profil Mbak Ima dan Taman Baca Mutiara Ilmu silahkan klik : www.mutiarailmu.multiply.com
Rencananya beliau juga akan menerbitkan buku tapi sepertinya masih dalam proses pengerjaan.
Saya pribadi mendoakan semoga mbak Ima selalu sehat & selalu diberikan kekuatan untuk terus memajukan Taman Baca Mutiara Ilmu. Amin.
Permainan Kreatif Untuk Sepupu-sepupu Tersayang

Menjelang hari libur biasanya saya sekeluarga kedatangan tamu-tamu lucu ( maksudnya sepupu-sepupu saya). Umur mereka sekitar 4 tahun (Rifki) dan 7 tahun (Intan,Faiq,Fadri). Ada sedikit kisah seru sebelum sepupu-sepupu saya lahir. Saya ingat banget dulu ketika akan berangkat kuliah selalu satu angkutan umum dengan anak-anak kecil yang mau berangkat sekolah. Saat memandangi wajah mungil mereka diam-diam dalam hati saya berkata ” Ah,Seandainya saya punya adik-adik kecil pasti rasanya senang banget,”. Dan mungkin keinginan saya itu didengar Allah SWT.Sekitar tahun 2002 saudara-saudara saya yang sudah berkeluarga (saudara dari pihak ibu kandung saya) dinyatakan positif hamil. Rentang waktu kehamilan saudara-saudara saya ini tidak berjauhan hanya beda beberapa bulan saja. Subhanallah. Waktu itu rasanya saya bahagiaaa sekali. Setahun kemudian keluarga besar saya pun kehadiran 3 anggota keluarga baru sekaligus! Allahu Akbar. Alhamdulillah mereka sehat-sehat.
Nah, kini setelah sepupu saya semua sudah cukup besar mereka suka sekali bermain di rumah keluarga saya (mungkin karena tempatnya cukup luas untuk lari-lari, banyak buku bacaan dan ada komputer). Setiap mereka datang saya suka sekali mengajak mereka untuk bermain sambil belajar.
Berikut ini beberapa kegiatan yang biasanya saya lakukan bersama sepupu-sepupu saya (kegiatan ini setidaknya bisa mengalihkan mereka dari aktivitas menonton tivi yg acaranya gak mutu/dari permainan video games):
1. Membacakan cerita dari majalah anak/ dari buku cerita anak.
Sepupu saya suka sekali dibacakan cerita apalagi jika dibawakan dengan wajah ekspresif . 2. Mengajak mereka menggambar.
Yap! Anak kecil dimanapun pasti suka banget kalo disuruh menggambar dan mewarnai. Jadi saya selalu menyediakan kertas dan pensil warna. Terkadang kami juga membuat permainan tebak gambar.
3. Membuat cerita berantai.
Buat sepupu yang sudah bisa menulis dan membaca biasanya kami berkolaborasi membuat cerita. Contohnya kalimat pertama saya yang membuat lalu kalimat berikutnya sepupu saya yang melanjutkan.
4. Membuat mainan dari bahan-bahan yang sudah tak terpakai seperti dari koran bekas dan kertas bekas. Pernah satu kali kami membuat kotak donat & kotak kue dari koran. Lalu untuk bentuk donat & kuenya saya menyuruh sepupu saya yang menggambar & mewarnainya. Untuk permainan yang satu ini yang paling antusias
adalah Rifki. Wajahnya sangat bersemangat ketika mewarnai kue donatnya dan kue berbentuk bintang.
5. Membuat sandiwara boneka.
Dengan modal boneka yang ada dirumah, suara buatan dan daya imajinasi menghasilkan sandiwara boneka yang seru dan menghibur.
6. Bermain menggunakan media komputer.
Sebelum memiliki software edugames saya hanya memperkenalkan program PAINT yang ada di Windows untuk menggambar. Sekarang saya mendampingi sepupu saya yang berumur 7 tahun bermain dengan program Edugames SEBRAN ( disini sepupu saya bisa belajar penambahan, perkalian, mencocokkan gambar dalam bahasa Inggris dan tebak huruf), lalu untuk sepupu saya yang masih 4 tahun saya ajak bermain mewarnai dengan program ”Color The Animal”.
Terkadang sebelumnya saya selingi dengan lagu-lagu anak berbahasa Inggris lengkap dengan animasi yang lucu (saya download dari http://www.britishcouncil.org/kids-songs.htm) So, banyak kegiatan menyenangkan & mendidik yang bisa dieksplorasi lagi dengan memanfaatkan hari libur mereka. Sehingga hari libur tidak harus jalan-jalan ke Mol donk!
Friday, 9 January 2009
Resensi Buku Seri Pintar PR: Inhouse Magazine Panduan Membuat Majalah Internal
Bab 1 Peran Komunitas Internal Dalam Organisasi
-Praktik Komunikasi Internal
-Komunikasi Internal : Setiap Orang Adalah PR
-Peran Media Dalam Komunikasi Internal
Bab 2 Inhouse magazine Sebagai Media Komunikasi Internal Bagi
Organisasi Swasta
-Media Efektif Untuk Komunikasi Internal
-Majalah Cakram: Bermula Dari Inhouse Magazine
Bab 3 Pengelolaan Inhouse Magazine diBerbagai Organisasi
-Perusahaan Swasta
-Instansi Pemerintahan
-BUMN
-Lembaga Pendidikan
-Organisasi Nirlaba
Bab 4 A to Z Mengelola Inhouse Magazine
-Merancang Konsep Isi dan Format
-Ide Rubrikasi Menarik
-Menentukan Format
-Menyusun Daftar Isi
Bab 5 Menulis untuk Inhouse Magazine
-Menjadi Penulis Media Internal
-Rubrikasi & Tulisan
-Editing Untuk Inhouse Magazine
Bab 6 Merancang Perwajahan Inhouse Magazine
-Kriteria Perwajahan Majalah
-Proses Merancang Layout
-Tip Layout Menarik
Bab 7 Memproduksi Inhouse Magazine
-Inhouse atau Outsourcing
-Biaya Produksi Inhouse Magazine
Ucapan terima kasih perlu sekali saya sampaikan kepada penulis buku ini ( Mbak Ima Hardiman & Mbak Rike Bewinda ) yang telah membagi ilmunya kepada banyak orang melalui buku Buku Seri Pintar Public Relation ini. Salam sukses dan terus berkarya ya mbak!





