Showing posts with label Education Technology. Show all posts
Showing posts with label Education Technology. Show all posts

Saturday, 10 February 2018

PART OF A PLANT (SUNFLOWER)


Last semester, we had 'Plants' as our general theme. So I made this power point to introduce part of a plant (sunflower) to my kindergarten students. At the end of slide I made 'Typing Game' that related to part of a plant. The aim of this game is to help my students memorize part of a plant and learn how to type. Hopefully, this power point also can be useful to your classroom. Have fun & Happy Teaching!

Tuesday, 6 June 2017

Melesatkan Kreativitas Anak Usia TK (Taman Kanak-kanak) dengan Pembelajaran Komputer yang Menyenangkan

Dinegara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia dan Singapura sudah tidak menjadi hal yang aneh jika anak-anak usia TK (4-6 tahun) sudah dikenalkan dengan teknologi komputer. Bahkan di Negara bagian China tepatnya di Hongkong (seperti dilansir kantor Berita BBC) anak-anak usia prasekolah sudah dikenalkan dengan coding/bahasa pemograman sederhana. Para orang tua disana sadar akan kemajuan industri digital yang maju begitu pesat dan mereka ingin anak-anaknya kelak siap menghadapi dunia digital masa depan. Begitu pula di Inggris didalam kurikulum Nasionalnya mengharuskan anak-anak berusia lima tahun keatas diajarkan dasar-dasar pemograman sederhana. 

Wah, lalu bagaimanakah dengan anak-anak TK di Indonesia? Apakah Indonesia sudah mempersiapkan generasi ‘kreator’ dunia digital masa depan? Jangan sampai generasi mendatang hanya menjadi ‘konsumen’ kemajuan dunia digital.

Manfaat Pembelajaran Komputer Sejak Dini



Sejauh pengamatan penulis, sekolah-sekolah yang memandang perlunya pengenalan pembelajaran komputer usia dini belum begitu banyak apalagi sekolah yang mengadakan program pengenalan bahasa pemograman sederhana sejak dini. Pada umumnya orang tua di Indonesia masih mempunyai kekhawatiran takut anak-anaknya akan ketagihan main games jika dikenalkan dengan teknologi komputer sejak dini. Padahal pembelajaran komputer di usia dini khususnya usia TK bukan melulu tentang bermain games tapi juga diarahkan untuk belajar mengenal huruf, mengenal angka, mengenal bentuk bangunan, mengenal konsep berhitung  bahkan menciptakan gambar dari software menggambar digital seperti Microsoft Paint. 


Jika dikaji lebih dalam sebenarnya pembelajaran komputer di usia TK banyak mendatangkan manfaat. Berikut 10 manfaat pembelajaran komputer usia TK yang ditulis oleh Jean R. Feldman PH.D. pakar pendidikan anak usia dini dari Amerika Serikat dalam bukunya “A Survival Guide for The Preschool Teacher”. Setidaknya ada 10 manfaat pembelajaran komputer di TK yang dapat membuat anak itu mampu:
- Mengembangkan kemampuan berpikir
- Meningkatkan kemampuan mengenal angka & huruf
- Melatih kemampuan mengingat bentuk visual
- Melatih kemampuan menyelesaikan masalah
- Melatih koordinasi mata dan tangan
- Melatih keterampilan dalam pengambilan keputusan
- Melatih kemampuan dalam mengikuti arahan
- Mempunyai sikap positif terhadap teknologi
- Menjadi pembelajar mandiri dan percaya diri
   
Memacu Kreativitas Dengan Pembelajaran Komputer Yang Menyenangkan

Pembelajaran komputer di TK umumnya fokus untuk pengenalan huruf & angka, konsep berhitung, kemampuan penggunaan keyboard & mouse, juga pengembangan kreativitas seperti menggambar & mewarnai. Di Indonesia memang belum sampai pada program pengenalan bahasa pemograman. Tetapi anak-anak usia TK dapat diberi kebebasan dalam berkreativitas di kanvas digital. Hal ini menjadi modal dasar anak belajar “menaklukkan” teknologi dan kelak menjadi seorang “kreator”.

Tetapi perlu diingat bahwa pembelajaran komputer di usia TK tentu berbeda dengan anak tingkat SD (Sekolah Dasar). Anak-anak TK mempunyai karakteristik istimewa yaitu mereka sangat aktif bergerak dan sangatlah ekspresif.

Jadi guru yang dipercayakan untuk mengajar komputer di TK haruslah mengerti karakteristik anak-anak ini. Guru harus luwes dalam memperkenalkan aktivitas kegiatan belajar komputer ke anak-anak. Program software yang digunakan pun harus memiliki visual menarik dan dekat dengan dunia anak. Sehingga atmosfir belajar menjadi lebih menyenangkan dan tentunya membuat mereka nyaman. Mereka tidak perlu takut bereksperimen dengan teknologi. 


Berdasarkan pengalaman saya saat mengajar anak-anak TK belajar mengunakan komputer saya awali dulu dengan sedikit bercerita dan bernyanyi terkait dengan tema yang akan diajarkan. Kemudian guru memberikan contoh aktivitas apa saja yang akan dikerjakan dengan menggunakan mouse/keyboard komputer. Setelah itu anak-anak bisa mencobanya sendiri dikomputer masing-masing dengan/masih dibawah pengawasan & bimbingan guru.

Di saat awal-awal anak baru mengenal komputer masih ada anak yang merasa canggung dan tidak percaya diri untuk menggerakkan mouse. Tugas gurulah untuk memberikan mereka semangat agar berani mencoba dan tidak takut salah. 


Dan seiring berjalannya waktu pada masa menjelang akhir tahun pelajaran saya bisa melihat anak-anak sudah mulai mandiri dan percaya diri dalam menggunakan mouse dan keyboard. Anak-anak juga sudah memiliki portofolio digital berupa hasil kreasi mereka menggambar di kanvas digital. Berikut ini beberapa hasil karya menggambar digital anak-anak TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer Jakarta Timur Kelompok B menggunakan Microsoft Paint. Sungguh sangat menyenangkan melihat hasil karya mereka yg begitu imajinatif dan penuh warna. Saya pun yakin di masa depan mereka mempunyai kesempatan untuk menjadi kreator-kreator yang penuh percaya diri dan memiliki kreativitas tinggi.



"Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru"


Jangan lupa BANTU SHARE & VOTE Link Artikel dibawah ini yaaa. Terima kasih :)
http://guraru.org/guru-berbagi/melesatkan-kreativitas-anak-usia-tk-taman-kanak-kanak-dengan-pembelajaran-komputer-yang-menyenangkan/

Referensi:
1. Feldman PH.D., Jean R.1991. “A Survival Guide for The Preschool Teacher". Prentice-Hall:New York
2.Liu, Juliana. BBC News Hongkong. "Anak-anak belajar program komputer sejak dini di Hong Kong". 27 Mei 2015.http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/05/150527_majalah_pendidikan_kode

Sunday, 25 September 2016

My Game Project: FUN TYPING GAME (Trial)

I'm on my path for developing educational games (edugames). And this is my first published edugames 'Fun Typing Game'. 'Fun Typing Game' is a keyboarding activity for kindergarten students. 

I need more time to improve some tricks and the whole components that support this game. I'll be back for better version of this game soon. But now you can try this trial version. Thanks for stopping by! :)

Sunday, 10 April 2016

Draw Your Own Dream Smartphone with Microsoft Paint

Hello Edutech reader,

I'd like to show some of creative works from my kindergarten students in drawing their own dream smartphone.  


So amazing to see their creativity and enthusiasm in drawing their own smartphone using Microsoft Paint.
I believe that someday my students can be a creative designer in the future. ;)




Friday, 11 March 2016

Asyiknya Mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) Angkatan 3 Tahun 2016


Saya sudah mengetahui Informasi ttg Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) sejak lama tapi belum ada waktu untuk mengikuti diklat online. Padahal saya ingin sekali ikut serta apalagi saya sudah mengetahui prestasi bapak Sukani selaku penyelenggara Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) yg memang handal dlm mendesain media pembelajaran berbasis IT.

Alhamdulillah bulan Maret 2016 ini  saya bisa mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) angkatan 3 tahun 2016 ini dan kebetulan topiknya sangat menarik yaitu ttg "Membuat Bahan Ajar Interaktif Berbasis Multimedia Dengan PowerPoint“. Sebenarnya disekolah saya sudah memakai power point untuk membuat media pembelajaran interaktif. Namun memang fitur-fitur yang saya pakai masih standar belum sampai memanfaatkan script Macro Visual Basic untuk membuat evaluasi pembelajaran. Karena saya punya memiliki keinginan membuat media pembelajaran yg lebih baguslah yg memotivasi saya untuk ikut serta di Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT).

Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) sangat menarik untuk diikuti dan tugas-tugas yg diberikan sangat menantang kreativitas & intelektualitas ,tidak jauh berbeda dgn kursus online yg pernah saya ikuti. Sebelumnya saya pernah mengikuti program kursus online yang diadakan Coursera, salah satu penyedia layanan kursus online terbesar didunia. Bedanya hanya di bahasa pengantar dan pesertanya saja, kalau di Coursera bahasa yg dipakai adalah bahasa Inggris dan pesertanya berasal dari seluruh negara di dunia. Sedangkan di Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) bahasa yg dipakai tentunya bahasa Indonesia dan pesertanya adalah guru-guru dari seluruh daerah di Indonesia.

Seandainya saya tidak mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) mungkin saya tidak  akan tahu ternyata para guru dari seluruh Indonesia ini memiliki semangat yg tinggi untuk meningkatkan kemampuannya dlm pemanfaatan IT.

Asyiknya lagi kegiatan belajar online ini tidak mengharuskan kita hadir ditempat kursus karena kita bisa belajar dari rumah.

Sayapun bisa dengan mudah mengakses bahan belajar dan berinteraksi di forum melalui smartphone di:




Bagi bapak ibu guru yang tertarik mengikuti pelatihan berikutnya bisa dilihat infonya di:


Sukses terus untuk semua peserta Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) dan juga bapak Sukani selaku penyelenggara Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT).

Saturday, 13 June 2015

Mencicipi kelas international di MOOC Coursera program "Shaping The Way We Teach English" dari University of Oregon, USA


Awalnya saya sama sekali tidak tahu apa itu MOOC. Saya baru paham setelah mba Nadiah Abidin (teman yg aktif sbg pengajar di Cahaya Anak Negeri Bekasi) memberitahu tentang keikutsertaannya di MOOC Coursera melalui program "Shaping The Way We Teach English".

MOOC merupakan kepanjangan dari "Massive Open Online Course" atau bisa diartikan sebagai sistem pembelajaran berupa kursus online yg bisa diakses oleh banyak orang dari seluruh dunia melalui web. MOOC merupakan perkembangan terbaru dalam pendidikan jarak jauh (e-Learning).

Dan salah satu penyelenggara MOOC yg sudah sangat dikenal oleh para pendidik & peneliti seluruh dunia adalah Coursera. Coursera membuka program kursus online yg berkaitan dgn pengembangan pengajaran bahasa Inggris, salah satunya adalah "Shaping The Way We Teach English".

Program "Shaping The Way We Teach English" merupakan hasil kerja sama Biro Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Luar Negeri AS, University of Oregon dengan Cousera.
Program "Shaping The Way We Teach English" terbagi menjadi dua seri.
Seri pertama: "The Landscape of English Language Teaching", dan Seri kedua : "Paths to Success in English Language Teaching". Setiap seri berlangsung selama 5 minggu.


Berikut ini isi silabus program "Shaping The Way We Teach English" :

Part 1:  The Landscape of English Language Teaching 

Week 1: Authentic materials and realia that really motivate learners; project overview, introductions; initial course survey
Week 2: Using pair and group work for collaborative learning to make your class more communicative; Phase 1 lesson plan is due
Week 3: Critical and creative thinking to drive learning; Phase 1 peer and self-evaluations are due
Week 4: Learner feedback and assessment; using formative feedback to evaluate student progress; Phase 2 lesson plan is due
Week 5: Language in context; using content to structure language learning; Phase 2 peer and self-assessments are due; course evaluation

Part 2: Paths to Success in English Language Teaching 
Register for & view course: https://www.coursera.org/course/shaping2paths
Week 1: Integrating skills and using tasks to motivate learners; project overview, introductions
Week 2: Alternative assessment that shows what learners can do with language; lesson plan phase 1 is due
Week 3: Incorporating individual learning differences in instruction; peer and self-evaluations are due
Week 4: Ideas for effective classroom management; final lesson plan is due
Week 5: Improving practice with reflective teaching; final peer and self-evaluations are due.

Bagi peserta yg mampu menyelesaikan kursus online ini akan menerima surat pernyataan kelulusan dari Departemen Luar Negeri AS dan University of Oregon dalam bentuk digital yg dapat diunduh dan dicetak dari web Coursera.

Berikut "Statement of Accomplishment" yang saya terima dari Coursera :



  • Keistimewaan program kursus online "Shaping The Way We Teach English"
-Isi dari program kursus online "Shaping The Way We Teach English" disusun & dikelola oleh para ahli pendidikan pengajaran bahasa Inggris dari University of Oregon yaitu Dr. Deborah Healey, Jeff Magoto, & Dr. Elizabeth Hanson-Smith
-Program kursus online ini gratis dan bisa diakses oleh seluruh penduduk dunia.

-Pihak University of Oregon menyediakan materi berupa video, kuis interaktif dan buku modul digital yang sangat bagus untuk dikaji para pendidik.


-Forum diskusi yang disediakan sangat interaktif dan kita akan menemukan banyak ide baru, sharing pengalaman dan tips mengajar dari para pendidik seluruh dunia.



  • Tips sukses "Shaping The Way We Teach English"
-Sebisa mungkin kita menyediakan waktu sekitar 4-6 jam dlm seminggu untuk online di Coursera.
-Pastikan koneksi jarungan internet kita stabil agar dapat mengunduh file materi dlm bentuk pdf dan video dlm format mp4.

-Rajin-rajinlah mengecek e-mail agar kita tidak ketinggalan informasi terbaru dari Coursera. Karena secara rutin akan ada e-mail pemberitahuan jadwal pemberian materi dan tugas dari Coursera terkait program "Shaping The Way We Teach English".
-Di awal program kita pasti bingung harus memulai dari mana, yg bisa dilakukan adalah dengan klik bagian "To do list" per minggu lalu diprint agar mudah dibaca.


-Umumnya yg kita lakukan tiap minggu adalah melihat video materi lalu menguji pemahaman melalui kuis. Kemudian kita wajib  membaca referensi dari modul yg telah diunduh sebelumnya. Setelah paham kita dapat mengikuti forum diskusi dimana akan ada pertanyaan terkait video dan modul yg kita baca. Partisipasi aktif kita dlm menjawab kuis dan di forum diskusi akan menentukan hasil penilaian dari University of Oregon.
-Jika masih menemui kesulitan dlm penggunaan fasilitas web Coursera kita bisa bertanya langsung ke staff melalui forum yg telah disediakan. Mereka pasti dengan senang hati membantu.
-Bergabung di grup facebook program kursus online "Shaping The Way We Teach English" https://www.facebook.com/groups/351322221728307/ yg dibuat langsung oleh mba Nadiah Abidin peraih beasiswa E-teacher Online Scholarship dari University of Oregon. Disini kita bisa sharing dgn teman-teman dari Indonesia yg juga sedang mengikuti kursus yg sama.



-Ada kalanya kita merasa kewalahan dgn tugas yg diberikan jadi cobalah motivasi diri kita bahwa kursus online ini akan membawa angin segar bagi metode pengajaran di kelas kita.

  • Fakta menarik dari "Shaping The Way We Teach English"
-Di minggu ke 3 peserta kursus akan mendapatkan tugas membuat lesson plan dan nantinya lesson plan ini akan dikoreksi oleh peserta lainnya yg berasal dari negara lain (peer evaluation).


-Dari pengalaman mengoreksi Lesson plan para peserta dari negara lain, secara tidak langsung kita belajar tentang budaya dan juga metode pengajaran bahasa Inggris dinegara tersebut.
-Forum diskusi "Shaping The Way We Teach English" banyak diisi oleh pendidik dari negara Amerika Selatan (Brasil,Meksiko,Argentina).

Secara keseluruhan manfaat dari program ini adalah untuk mempertajam kualitas dan keahlian kita dalam pengajaran bahasa Inggris. Apalagi dgn topik bahasan berbeda tiap minggunya membuat kita otomatis mengevaluasi metode, bahan, dan aktivitas kelas yg  selama ini kita terapkan di kelas. 

Proses mengamati aktifitas kelas bahasa Inggris dr banyak negara melalui video dan sharing pengalaman dengan para pendidik seluruh dunia menjadikan kursus online "Shaping The Way We Teach English" tempat belajar yg sangat berharga.



TAMBAHAN:

Pihak RELO (The Regional English Language Office) Jakarta juga turut mendukung program "Shaping The Way We Teach English" dengan mengadakan pertemuan di @america Pacific Place. Berikut salah satu video dari diskusi terakhir program "Shaping The Way We Teach English" dengan topik tentang: Assesment and Learner Feedback
Sumber video : http://www.atamerica.or.id/video/detail/1269/iLearnamerica-Shaping-The-Way-We-Teach-English-Session-4


Watch live streaming video from at_america at livestream.com

Tuesday, 14 April 2015

Interview with Martin Peacock : Digital and mobile content for teachers and learners



Interview description

Martin talks about digital and mobile content for teachers and learners available from the British Council and how their product development process has changed over the years. This year new products include apps and resources with Timmy Time for very young learners.

Interview with Luke Meddings : Make pronunciation practice more fun




Interview description

Luke talked about his efforts to make pronunciation practice more fun and relaxing for students. He demonstrates and interesting practice activity involving chewing gum.

Thursday, 23 October 2014

Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK) Mencari “Guru Blogger Inspiratif 2014”


Berikut ini ada info lomba Blog dari Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK). Sangat ditunggu sekali partisipasi dari para guru ( baik bagi guru yg mengajar di sekolah formal maupun guru yg mengajar di lembaga )

Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK)
Mencari
“Guru Blogger Inspiratif 2014”
 
Sebagai gerakan yang mendukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah, Gerakan IndiTIK mengajak para guru untuk menuliskan pengalaman atau gagasan dengan tema:
“Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menunjang proses mengajar.”  



Persyaratan dan Ketentuan Lomba:
1.    Blogger berprofesi sebagai guru
2.    Memiliki blog pribadi (blogspot, wordpress, dll)
3.    Wajib menjadi Follower Indonesia Terdidik TIK (@inditik)
4.    Wajib melakukan Like Fan Page Facebook Indonesia Terdidik TIK 

5.    Tulisan dapat berupa pengalaman atau gagasan
6.    Tulisan adalah karya sendiri, belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis. Jika ada kutipan wajib mencantumkan sumber/referensi.
7.    Tulisan dalam Bahasa Indonesia, dengan panjang minimal 600 kata
8.    Tulisan tidak boleh melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun
9.    Tidak bermuatan  SARA
10.  Tulisan wajib disebarkan melalui Twitter masing-masing peserta dengan  mengirim link URL artikel lomba yang dilombakan dan menyebutkan Twitter Gerakan IndiTIK @inditik dilanjutkan dengan tagar #bloggerindiTIK
11.  Tulisan wajib disebarkan melalui Facebook masing-masing peserta dengan  mengirim link URL artikel lomba yang dilombakan dan menyebutkan Fanpage Indonesia Terdidik TIK
12.  Kirim URL lengkap postingan di blog sekaligus lampiran dalam MS Word ke email: gerakaninditik@gmail.com 
13.    Peserta yang tidak memenuhi persyaratan akan didiskualifikasi
14.   Mereka yang nantinya menjadi pemenang harus dapat menunjukkan surat pengantar dari sekolah atau lembaga yang menjelaskan bahwa yang bersangkutan adalah guru di sekolah atau lembaga tersebut

Kriteria Penilaian:
1.    Kesesuaian tema
2.    Orisinalitas
3.    Tata bahasa
4.    Gaya penulisan
5.    Adanya foto, ilustrasi atau video dapat menjadi nilai tambah

Hadiah:
Pemenang I : Uang tunai sejumlah Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) dan sertifikat
Pemenang II : Uang tunai sejumlah Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah) dan sertifikat
Pemenang III : Uang tunai sejumlah Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan sertifikat

Tim Juri:
•    Wijaya Kusumah, S.Pd., M. Pd (Pemerhati TIK, Guru, Blogger)
•    Haya Aliya Zaki  (Editor Lepas, Blogger)
•    Tim Djalaludin Pane Foundation

Periode Lomba        : 
Waktu pengiriman    : 17 Oktober – 13 November 2014
Proses seleksi dan Penjurian  : 14- 20 November 2014
Pengumuman Pemenang   : 21 November 2014
   
•    Pengumuman pemenang diinformasikan melalui FB dan Twitter Gerakan IndiTIK.
•  Jika pemenang dari Jabodetabek, penyerahan hadiah dilakukan pada saat peluncuran Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK) pada 25 November 2014 di Aula Perpustakaan Nasional, Jakarta. Untuk pemenang di luar Jabodetabek, hadiah akan dikirim.      
Jika ada pertanyaan terkait lomba ini, silakan bertanya melalui FB atau Twitter IndiTIK.

Tentang Gerakan IndiTIK
Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK) merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Djalaludin Pane Foundation dengan mengajak para guru untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk membantu proses mengajar di sekolah. Gerakan ini juga menjembatani masyarakat yang ingin memberikan donasi untuk disalurkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan peralatan TIK.  

Tuesday, 17 December 2013

Kehebohan Kopdar ACER Guraru di Acara Penganugerahan Guraru Awards 2013



Para Pemenang Guraru Awards Periode Lalu
Hari Sabtu tanggal 23 November lalu adalah hari bersejarah bagi komunitas ACER Guraru karena untuk pertama kalinya komunitas ini mengadakan kopi darat (kopdar). Tempat diadakannya acara istimewa ini yaitu di kantor ACER Indonesia yg terletak di The Plaza Office Tower lantai 42,tepatnya di belakang Plaza Indonesia Thamrin Jakarta. Wah,langsung terbayang indahnya pemandangan Jakarta dari lantai 42.

Kopdar ini jelas sangat spesial bagi saya dan teman-teman Guraru lainnya karena kami bisa bertatap muka secara langsung dengan para aktivitis Guraru. Saya melihat disana ada pak Agus, Om Jay, bu Amiroh, bu Mugi, bu Resty, pak Sawali, pak Rudy, pak Sukani dll. Pokoknya sehari itu saya dikelilingi oleh guru-guru inspiratif,guru-guru kreatif,guru-guru yg kerenlah! Tadinya saya mau foto bersama mereka satu persatu sambil minta tanda tangan tapi nanti dikira acara jumpa fans . 

Acara kopdar Guraru diawali terlebih dahulu dengan sharing session bersama bapak Bukik Setiawan yang membahas tentang "Transformasi Peran Guru di Era Pendidikan Digital ". Pada sesi ini saya sempat melakukan live tweet dari akun twitter saya @fit_star.

Kemudian ada juga mini class, dimana saya memilih mini class bersama ibu Amiroh dengan topik tentang " Langkah-langkah untuk menggunakan gamification dalam pengajaran di kelas". Kelas bu Amiroh adalah kelas yang paling banyak peminatnya dan paling heboh. Tapi yang paling menarik perhatian dan tidak kalah hebohnya adalah acara puncak penganugerahan Acer Guraru Awards 2013. Wow,ini dia yg ditunggu-tunggu! Namun sebelumnya tiga kandidat harus mempresentasikan karyanya masing-masing.

Peserta pertama adalah pak Rudi Hilkya, guru asal Kalimantan yg sekolahnya berada di pedalaman. Judul presentasinya adalah "Aplikasi graphic dalam pengajaran untuk digital natives". Saya suka sekali dengan gaya pak Rudi mempresentasikan karyanya. Beliau terlihat begitu bersemangat,cerdas, dan benar-benar memperhitungkan segala tindakannya bagi kemajuan anak-anak didiknya. Saya belajar dari beliau betapa besar peran sebuah riset dalam mengambil keputusan-keputusan penting. Peserta kedua adalah ibu Mugi Rahayu,guru ekonomi SMK yg juga satu-satunya kandidat wanita ini membahas topik mengenai "Aplikasi simulasi dalam pengajaran untuk digital natives ". Kelihatan sekali kalau beliau adalah guru yang sangat dekat dan perhatian dengan anak-anak didiknya. Sungguh beruntung murid yg memiliki guru perhatian seperti ini. Dan peserta ketiga adalah pak Sukani dengan presentasinya "Aplikasi games dalam pengajaran untuk digital natives". Suara pak Sukani yang menggelegar mampu menggetarkan seluruh penghuni lantai 42. Tapi saya sangat suka dengan tampilan presentasi beliau yang sangat interaktif , atraktif dan futuristik. Terlihat jelas kalau beliau sangat ahli dalam mendesain presentasi yang menghibur, salah satunya animasi pak Sukani yg tengah berjoget-joget. Fenomenal! Goyangan maut animasinya berhasil membuat kami sakit perut. Presentasi yang sangat-sangat menghibur pak!

Tibalah waktu penentuan para juara Acer Guraru Award 2013. Sebelumnya para juri mengajukan pertanyaan ke setiap kandidat. Setelah dirundingkan bersama,para juri memutuskan siapa yg berhak menjadi Juara 1,juara 2 dan juara 3.

Inilah Para Pemenang Guraru Award 2013 dari kanan ke kiri ( Pak Sukani, Pak Rudi dan Ibu Mugi )
Dan yang berhak menjadi juara 1 adalah Pak Sukani, juara 2 Pak Rudi, juara 3 Ibu Mugi. Akhirnya,acara kopdar ACER Guraru pun ditutup dengan foto bareng yang super heboh. Tidak lupa juga kita saling memberi selamat walau sedih juga harus mengucap salam perpisahan dengan para guru dari seluruh pelosok indonesia. Namun kami semua pulang dengan wajah senang apalagi ACER telah berbaik hati menyediakan tempat untuk kopdar, menjamu kami dengan kue yg enak-enak, kopi starbuck yang hangat dan makan siang superrr lezzaaat tiada duanya. Ah surga dunia sekali! Terima kasih banyak buat ACER Indonesia. Tanpa ACER tentu tidak ada yang namanya Guraru. Kapan-kapan kita kumpul kopdar lagi yuk!

Saturday, 11 May 2013

List of ELT Blogs from Indonesia


I finally found some great Indonesia ELT blogs that talk about English language teaching (ELT).
I’m so happy with their positive attitude in language teaching and in sharing great ideas to others from their blog.


So here we go, my list of ELT blogs from Indonesia.
(FYI: My ELT blogs list is not in any order and the information is directly taken from the blogger’s blog.)

Sandra Sembel : http://sandrasembel.weebly.com/index.html
New Normal in the 3rd Millennium Education
Where ideas are expressed

Retno Sofyaniek : http://retnosofyaniek.blog.com/
Stories and thoughts of an Indonesian English teacher

Abdul Rahman Reijerink : http://kangguru.me
Promoting Quality Pedagogy and Praxis

Yitzha Sarwono : http://ichasarwono.wordpress.com/
Learning, sharing , teaching and always searching

Hugh Elliott : http://change-lives-together.blogspot.com
Hugh Elliott's blog on teaching techniques, methods and general education topics. Made for Indonesian teachers of English as a Foreign Language

HaRits MasDuqi : http://haritsmasduqi.blogspot.com.au/
A blog about my passion in teacher training, scholarship, culture, and literature.
 
Anik Utomo :  http://aniknunukwulyani.blogspot.co.nz/
Research in the field of Linguistics and Applied Language Studies at the Victoria University of Wellington New Zealand

Suhartono Soehaarrr.com

Education for all education for a better life 

Heriyanto Nurcahyo : http://benkyoshimasou.wordpress.com/category/elt-in-indonesia/
ELT IN Indonesia | Takes a Hand, Opens a Mind and Touches a Heart


Ratna Wulandari :  http://ratnamizan.blogspot.com/2013/02/elt-development-in-indonesia.html
ELT Development in Indonesia

Note: If you like to add your blog to my ELT blog list or I missed some ELT blogs from Indonesia. Please, contact me and send me your blog links or your favorite ELT blogs from Indonesia so that I can extend it to my list. Or you can just write it on my blog’s comment below.

Happy Blogging!