Showing posts with label Guru Era Digital. Show all posts
Showing posts with label Guru Era Digital. Show all posts

Tuesday, 6 June 2017

Melesatkan Kreativitas Anak Usia TK (Taman Kanak-kanak) dengan Pembelajaran Komputer yang Menyenangkan

Dinegara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia dan Singapura sudah tidak menjadi hal yang aneh jika anak-anak usia TK (4-6 tahun) sudah dikenalkan dengan teknologi komputer. Bahkan di Negara bagian China tepatnya di Hongkong (seperti dilansir kantor Berita BBC) anak-anak usia prasekolah sudah dikenalkan dengan coding/bahasa pemograman sederhana. Para orang tua disana sadar akan kemajuan industri digital yang maju begitu pesat dan mereka ingin anak-anaknya kelak siap menghadapi dunia digital masa depan. Begitu pula di Inggris didalam kurikulum Nasionalnya mengharuskan anak-anak berusia lima tahun keatas diajarkan dasar-dasar pemograman sederhana. 

Wah, lalu bagaimanakah dengan anak-anak TK di Indonesia? Apakah Indonesia sudah mempersiapkan generasi ‘kreator’ dunia digital masa depan? Jangan sampai generasi mendatang hanya menjadi ‘konsumen’ kemajuan dunia digital.

Manfaat Pembelajaran Komputer Sejak Dini



Sejauh pengamatan penulis, sekolah-sekolah yang memandang perlunya pengenalan pembelajaran komputer usia dini belum begitu banyak apalagi sekolah yang mengadakan program pengenalan bahasa pemograman sederhana sejak dini. Pada umumnya orang tua di Indonesia masih mempunyai kekhawatiran takut anak-anaknya akan ketagihan main games jika dikenalkan dengan teknologi komputer sejak dini. Padahal pembelajaran komputer di usia dini khususnya usia TK bukan melulu tentang bermain games tapi juga diarahkan untuk belajar mengenal huruf, mengenal angka, mengenal bentuk bangunan, mengenal konsep berhitung  bahkan menciptakan gambar dari software menggambar digital seperti Microsoft Paint. 


Jika dikaji lebih dalam sebenarnya pembelajaran komputer di usia TK banyak mendatangkan manfaat. Berikut 10 manfaat pembelajaran komputer usia TK yang ditulis oleh Jean R. Feldman PH.D. pakar pendidikan anak usia dini dari Amerika Serikat dalam bukunya “A Survival Guide for The Preschool Teacher”. Setidaknya ada 10 manfaat pembelajaran komputer di TK yang dapat membuat anak itu mampu:
- Mengembangkan kemampuan berpikir
- Meningkatkan kemampuan mengenal angka & huruf
- Melatih kemampuan mengingat bentuk visual
- Melatih kemampuan menyelesaikan masalah
- Melatih koordinasi mata dan tangan
- Melatih keterampilan dalam pengambilan keputusan
- Melatih kemampuan dalam mengikuti arahan
- Mempunyai sikap positif terhadap teknologi
- Menjadi pembelajar mandiri dan percaya diri
   
Memacu Kreativitas Dengan Pembelajaran Komputer Yang Menyenangkan

Pembelajaran komputer di TK umumnya fokus untuk pengenalan huruf & angka, konsep berhitung, kemampuan penggunaan keyboard & mouse, juga pengembangan kreativitas seperti menggambar & mewarnai. Di Indonesia memang belum sampai pada program pengenalan bahasa pemograman. Tetapi anak-anak usia TK dapat diberi kebebasan dalam berkreativitas di kanvas digital. Hal ini menjadi modal dasar anak belajar “menaklukkan” teknologi dan kelak menjadi seorang “kreator”.

Tetapi perlu diingat bahwa pembelajaran komputer di usia TK tentu berbeda dengan anak tingkat SD (Sekolah Dasar). Anak-anak TK mempunyai karakteristik istimewa yaitu mereka sangat aktif bergerak dan sangatlah ekspresif.

Jadi guru yang dipercayakan untuk mengajar komputer di TK haruslah mengerti karakteristik anak-anak ini. Guru harus luwes dalam memperkenalkan aktivitas kegiatan belajar komputer ke anak-anak. Program software yang digunakan pun harus memiliki visual menarik dan dekat dengan dunia anak. Sehingga atmosfir belajar menjadi lebih menyenangkan dan tentunya membuat mereka nyaman. Mereka tidak perlu takut bereksperimen dengan teknologi. 


Berdasarkan pengalaman saya saat mengajar anak-anak TK belajar mengunakan komputer saya awali dulu dengan sedikit bercerita dan bernyanyi terkait dengan tema yang akan diajarkan. Kemudian guru memberikan contoh aktivitas apa saja yang akan dikerjakan dengan menggunakan mouse/keyboard komputer. Setelah itu anak-anak bisa mencobanya sendiri dikomputer masing-masing dengan/masih dibawah pengawasan & bimbingan guru.

Di saat awal-awal anak baru mengenal komputer masih ada anak yang merasa canggung dan tidak percaya diri untuk menggerakkan mouse. Tugas gurulah untuk memberikan mereka semangat agar berani mencoba dan tidak takut salah. 


Dan seiring berjalannya waktu pada masa menjelang akhir tahun pelajaran saya bisa melihat anak-anak sudah mulai mandiri dan percaya diri dalam menggunakan mouse dan keyboard. Anak-anak juga sudah memiliki portofolio digital berupa hasil kreasi mereka menggambar di kanvas digital. Berikut ini beberapa hasil karya menggambar digital anak-anak TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer Jakarta Timur Kelompok B menggunakan Microsoft Paint. Sungguh sangat menyenangkan melihat hasil karya mereka yg begitu imajinatif dan penuh warna. Saya pun yakin di masa depan mereka mempunyai kesempatan untuk menjadi kreator-kreator yang penuh percaya diri dan memiliki kreativitas tinggi.



"Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru"


Jangan lupa BANTU SHARE & VOTE Link Artikel dibawah ini yaaa. Terima kasih :)
http://guraru.org/guru-berbagi/melesatkan-kreativitas-anak-usia-tk-taman-kanak-kanak-dengan-pembelajaran-komputer-yang-menyenangkan/

Referensi:
1. Feldman PH.D., Jean R.1991. “A Survival Guide for The Preschool Teacher". Prentice-Hall:New York
2.Liu, Juliana. BBC News Hongkong. "Anak-anak belajar program komputer sejak dini di Hong Kong". 27 Mei 2015.http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/05/150527_majalah_pendidikan_kode

Sunday, 26 February 2017

Seleksi Karya Lomba MembaTIK (Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK)-Pustekkom

Alhamdulillah, naskah saya lolos seleksi untuk lomba MembaTIK yg diselenggarakan oleh Pustekkom Kemdiknas. Tapi sayangnya saya tidak bisa hadir (25/02/2017) saat lomba final pembuatan konten media pembelajaran karena sakit. Sedih rasanya tapi saya jadi belajar bagaimana membuat naskah media pembelajaran. Dan saya akan merealisasikan media pembelajaran versi saya berdasarkan naskah yg telah saya buat. Ditunggu yaa. Tetap semangat belajar! :)

Info peserta yg lolos seleksi naskah membaTIK : https://belajar.kemdikbud.go.id/membatik/


Saturday, 18 February 2017

Lomba Membuat Bahan Belajar Berbasis TIK (MembaTIK) dari Pustekkom

Friends, yuk ikut berpartisipasi dalam acara Pustekkom "MembaTIK (Membuat Bahan Belajar Berbasis TIK)". Peserta bisa dari kalangan guru, siswa, dan umum. Setelah diseleksi, 8 karya terbaik akan mendapatkan sertifikat dan penghargaan menarik! Deadline pengiriman naskah sampai tgl 22 Februari 2017.

Kalian bisa mendaftar melalui http://belajar.kemdikbud.go.id/membatik. 

Jangan lupa ikuti alur pendaftarannya ya! Info selengkapnya bisa diakses di web Pustekkom atau melalui CP (Contact Person) yang tertera di poster.



Sumber: Pustekkom

Sunday, 24 April 2016

Pengumuman kelulusan "Diklat Online Guru Melek IT" (DOGMIT) Angkatan 3 Tahun 2016

Akhirnyaaaa, pengumuman kelulusan E-training Guru Melek IT angkatan 3 thn 2016 datang juga. Alhamdulillah dapat nilai cukup baik di peringkat 13 :D. Berikut informasi lengkapnya dari e-mail :

   
Subject: Diklat Online Angkatan 3 Tahun 2016: Class announcement
Yth.Bapak/Ibu Guru
di Wilayah Seluruh Indonesia

Pada kesempatan ini akan saya sampaikan "Pengumuman kelulusan E-training guru melek IT Angkatan 3 Tahun 2016".

1) Jumlah peserta DOGMIT angkatan 3 tahun 2016 = 37 orang ; Jumlah yang Lulus = 25 orang ; Jumlah yang Tidak Lulus = 12 orang
2) Komponen penilaian sesuai dengan apa yang telah disampaikan di buku panduan diklat online yaitu mencakup presensi (10%), keaktifan (45%), tugas (30%) dan postes (15%)

Berikut ini adalah link Pengumuman kelulusan angkatan 3 tahun 2016 : https://drive.google.com/file/d/0B8TPnf_tAHWDMWxuWEJaNWNhaVU/view

Selamat kami ucapkan kepada bpk/ibu yang sudah lulus, menyelesaikan diklatnya dengan baik. Bagi bapak/ibu yang belum lulus, jangan berkecil hati karena materi masih bisa dipelajari secara mandiri (dikembangkan).

Terimakasih.

Regards,

Pak Sukani


Friday, 11 March 2016

Asyiknya Mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) Angkatan 3 Tahun 2016


Saya sudah mengetahui Informasi ttg Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) sejak lama tapi belum ada waktu untuk mengikuti diklat online. Padahal saya ingin sekali ikut serta apalagi saya sudah mengetahui prestasi bapak Sukani selaku penyelenggara Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) yg memang handal dlm mendesain media pembelajaran berbasis IT.

Alhamdulillah bulan Maret 2016 ini  saya bisa mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) angkatan 3 tahun 2016 ini dan kebetulan topiknya sangat menarik yaitu ttg "Membuat Bahan Ajar Interaktif Berbasis Multimedia Dengan PowerPoint“. Sebenarnya disekolah saya sudah memakai power point untuk membuat media pembelajaran interaktif. Namun memang fitur-fitur yang saya pakai masih standar belum sampai memanfaatkan script Macro Visual Basic untuk membuat evaluasi pembelajaran. Karena saya punya memiliki keinginan membuat media pembelajaran yg lebih baguslah yg memotivasi saya untuk ikut serta di Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT).

Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) sangat menarik untuk diikuti dan tugas-tugas yg diberikan sangat menantang kreativitas & intelektualitas ,tidak jauh berbeda dgn kursus online yg pernah saya ikuti. Sebelumnya saya pernah mengikuti program kursus online yang diadakan Coursera, salah satu penyedia layanan kursus online terbesar didunia. Bedanya hanya di bahasa pengantar dan pesertanya saja, kalau di Coursera bahasa yg dipakai adalah bahasa Inggris dan pesertanya berasal dari seluruh negara di dunia. Sedangkan di Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) bahasa yg dipakai tentunya bahasa Indonesia dan pesertanya adalah guru-guru dari seluruh daerah di Indonesia.

Seandainya saya tidak mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) mungkin saya tidak  akan tahu ternyata para guru dari seluruh Indonesia ini memiliki semangat yg tinggi untuk meningkatkan kemampuannya dlm pemanfaatan IT.

Asyiknya lagi kegiatan belajar online ini tidak mengharuskan kita hadir ditempat kursus karena kita bisa belajar dari rumah.

Sayapun bisa dengan mudah mengakses bahan belajar dan berinteraksi di forum melalui smartphone di:




Bagi bapak ibu guru yang tertarik mengikuti pelatihan berikutnya bisa dilihat infonya di:


Sukses terus untuk semua peserta Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) dan juga bapak Sukani selaku penyelenggara Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT).

Thursday, 23 October 2014

Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK) Mencari “Guru Blogger Inspiratif 2014”


Berikut ini ada info lomba Blog dari Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK). Sangat ditunggu sekali partisipasi dari para guru ( baik bagi guru yg mengajar di sekolah formal maupun guru yg mengajar di lembaga )

Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK)
Mencari
“Guru Blogger Inspiratif 2014”
 
Sebagai gerakan yang mendukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah, Gerakan IndiTIK mengajak para guru untuk menuliskan pengalaman atau gagasan dengan tema:
“Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menunjang proses mengajar.”  



Persyaratan dan Ketentuan Lomba:
1.    Blogger berprofesi sebagai guru
2.    Memiliki blog pribadi (blogspot, wordpress, dll)
3.    Wajib menjadi Follower Indonesia Terdidik TIK (@inditik)
4.    Wajib melakukan Like Fan Page Facebook Indonesia Terdidik TIK 

5.    Tulisan dapat berupa pengalaman atau gagasan
6.    Tulisan adalah karya sendiri, belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis. Jika ada kutipan wajib mencantumkan sumber/referensi.
7.    Tulisan dalam Bahasa Indonesia, dengan panjang minimal 600 kata
8.    Tulisan tidak boleh melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun
9.    Tidak bermuatan  SARA
10.  Tulisan wajib disebarkan melalui Twitter masing-masing peserta dengan  mengirim link URL artikel lomba yang dilombakan dan menyebutkan Twitter Gerakan IndiTIK @inditik dilanjutkan dengan tagar #bloggerindiTIK
11.  Tulisan wajib disebarkan melalui Facebook masing-masing peserta dengan  mengirim link URL artikel lomba yang dilombakan dan menyebutkan Fanpage Indonesia Terdidik TIK
12.  Kirim URL lengkap postingan di blog sekaligus lampiran dalam MS Word ke email: gerakaninditik@gmail.com 
13.    Peserta yang tidak memenuhi persyaratan akan didiskualifikasi
14.   Mereka yang nantinya menjadi pemenang harus dapat menunjukkan surat pengantar dari sekolah atau lembaga yang menjelaskan bahwa yang bersangkutan adalah guru di sekolah atau lembaga tersebut

Kriteria Penilaian:
1.    Kesesuaian tema
2.    Orisinalitas
3.    Tata bahasa
4.    Gaya penulisan
5.    Adanya foto, ilustrasi atau video dapat menjadi nilai tambah

Hadiah:
Pemenang I : Uang tunai sejumlah Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) dan sertifikat
Pemenang II : Uang tunai sejumlah Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah) dan sertifikat
Pemenang III : Uang tunai sejumlah Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan sertifikat

Tim Juri:
•    Wijaya Kusumah, S.Pd., M. Pd (Pemerhati TIK, Guru, Blogger)
•    Haya Aliya Zaki  (Editor Lepas, Blogger)
•    Tim Djalaludin Pane Foundation

Periode Lomba        : 
Waktu pengiriman    : 17 Oktober – 13 November 2014
Proses seleksi dan Penjurian  : 14- 20 November 2014
Pengumuman Pemenang   : 21 November 2014
   
•    Pengumuman pemenang diinformasikan melalui FB dan Twitter Gerakan IndiTIK.
•  Jika pemenang dari Jabodetabek, penyerahan hadiah dilakukan pada saat peluncuran Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK) pada 25 November 2014 di Aula Perpustakaan Nasional, Jakarta. Untuk pemenang di luar Jabodetabek, hadiah akan dikirim.      
Jika ada pertanyaan terkait lomba ini, silakan bertanya melalui FB atau Twitter IndiTIK.

Tentang Gerakan IndiTIK
Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK) merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Djalaludin Pane Foundation dengan mengajak para guru untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk membantu proses mengajar di sekolah. Gerakan ini juga menjembatani masyarakat yang ingin memberikan donasi untuk disalurkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan peralatan TIK.  

Friday, 20 July 2012

Guru Era Digital Untuk Masa Depan Indonesia

Diantara kita mungkin bertanya-tanya seperti apa sih rupa Guru Era Digital itu? Apakah Guru Era Digital itu adalah guru yang selalu terlihat membawa gadget-gadget terkini seperti Blackberry dan ipad kemanapun ia pergi. Atau ketika mengajar guru selalu menggunakan power point untuk menjelaskan materi pelajarannya.

Kalau menurut saya Guru Era Digital tidak cukup hanya bisa “menggunakan” teknologi terbaru namun  juga harus bisa membangun rasa senang belajar yang kemudian memunculkan daya pikir kritis dan jiwa kreatif siswanya. Disisi lain kehadiran serba “high tech” ini tidak lantas menjadikan mereka “robot-robot digital” yang bisu, angkuh dan egois.  Untuk itu menjadi tugas Guru Era Digital untuk tetap memberikan sentuhan “human touch” yang menjadikan anak-anak tetap santun, berempati dan berjiwa sosial. Guru Era Digital juga harus arif pada rekan seprofesi yang belum sepenuhnya paham akan pemanfaatan teknologi untuk pendidikan. 

Lalu, bagaimana caranya bagi para guru yang ingin turut serta menjadi bagian Guru Era Digital? Mudah saja. Berikut ini tips-tips dari saya:

1.    Bergabunglah dengan komunitas GURARU (Guru Era Baru).
guraru.org
Kehadiran website GURARU membantu mewadahi aspirasi para guru terkait dengan dunia pendidikan dan teknologi pendidikan. Anda dapat membaca beragam tulisan terkait pemanfaatan teknologi untuk membantu proses belajar mengajar di kelas. Andapun dapat sharing seputar pengalaman menggunakan teknologi untuk mengajar dengan para guru dari seluruh Indonesia.

2. Sering-seringlah mengunjungi blog dan twitter milik gurukreatif
gurukreatif.wordpress.com
Memang sudah cukup banyak guru yang aktif nge-blog. Namun  menurut saya blog dan twitter guru kreatif ini wajib dikunjungi guru-guru di Indonesia. Pak Agus Sampurno,sang gurukreatif yang mendapat anugerah Guraru Award 2011 ini selalu rapi menyajikan artikel terkait pendidikan, manajemen sekolah, metode pengajaran terbaru dan kurikulum. Begitu pula di twitternya @gurukreatif ini  senantiasa memunculkan barisan pemikiran, ide segar yang tak terpikirkan oleh para guru pada umumnya terlampau sibuk mengajar sampai lupa berbagi melalui tulisan.

3.  Rajin-rajin juga membaca berita seputar teknologi
Anda bisa berkunjung ke website Pusat Teknologi terkait perkembangan teknologi terkini. Website ini sangat user-friendly sehingga bagi guru yang awam pun mudah mencari informasi yang dibutuhkan.

4.  Mulailah beraktifitas mengajar menggunakan teknologi yang ada.
Setelah membaca ulasan artikel-artikel terkait pemanfaatan teknologi di website seperti Guraru ataupun Pusat Teknologi tadi kita bisa mempraktekkan penggunaan teknologi yang ada untuk belajar. Misalnya saja bila kita mempunyai handphone yang memiliki perekam suara kita bisa merekam dialog drama siswa.

5.  Bergabung dengan komunitas blogger. 
ngawur.org
Saat ini banyak sekali komunitas blogger di Indonesia seperti Blogger Bekasi(BeBlog), Blogger Nusantara dan Komunitas Blogger Jawa Timur (Ngawur). Bergabung di komunitas blogger adalah salah satu cara agar anda tetap update informasi terbaru dari para blogger yang sangat peka sekali menangkap fenomena yang terjadi di bidang teknologi, sains, pendidikan, agama, sastra, politik, entertainment dan banyak hal seru lainnya. Apalagi saat ini keberadaan blogger sudah sangat diperhitungkan banyak kalangan.

6.  Mulailah beraktifitas di sosial media (facebook,blog,twitter) secara sehat.
Kehadiran guru di dunia online jelas memberi dampak positif pada perkembangan konten-konten bermutu di dunia online karena selama ini lebih banyak berseliweran konten-konten tidak mendidik seperti kekerasan dan pornografi. Menjadi tugas guru untuk melahirkan konten-konten kreatif yang mendidik dan intelek. Guru bisa membaca web Internet Sehat terkait penggunaan sosial media secara sehat.

7.  Hadiri seminar terkait teknologi pendidikan dan perkembangan dunia digital.
Sesekali cobalah hadir di seminar-seminar terkini terkait perkembangan teknologi khususnya untuk pendidikan. Di kegiatan ini kita bisa bertemu banyak orang untuk sharing masalah dunia pendidikan dan perkembangan teknologi. Komunitas yang biasanya rajin mengadakan event seperti ini contohnya: IGI Bekasi, Akademi Berbagi, Internet Sehat yang sering mengadakan seminar terkait penggunaan teknologi dan sosial media untuk guru khususnya.

Semoga beberapa tips tadi bermanfaat dan semakin banyak guru bersemangat menjadi bagian Guru Era Digital. Karena suka atau tidak suka, anak-anak murid kita besar di era digital, sehingga para guru sebisa mungkin menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Para guru juga harus tetap mendampingi dan mengarahkan muridnya agar bisa memanfaatkan teknologi secara sehat demi masa depan Indonesia yang lebih baik.